Bos Sentul City Bantah Menghalangi Penyidikan

Renatha Swasty    •    04 Mei 2015 17:24 WIB
rahmat yasin
Bos Sentul City Bantah Menghalangi Penyidikan
Terdakwa kasus dugaan suap alih fungsi lahan hutan di Jonggol, Bogor, Kwee Cahyadi Kumala di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/5/2015). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bos Sentul City Kwie Tjahyadi Kumala alias Swie Teng membantah disebut menghalang halangi penyidikan. Ia tak terima dikenakan pasal menghalang halangi penyidikan dalam dakwaan.
 
"Tidak ada punya keinginan merintangi penyidikan," kata Swie Teng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/5/2015).
 
Dalam dakwaan Ia disebut merintangi penyidikan dengan melakukan sejumlah kegiatan. Yaitu, memerintahkan anak buahnya memindahkan dokumen yang berkaitan dengan PT Bukit Jonggol Asri, mengganti telepon genggam anak buah agar tak disadap KPK saat melakukan komunikasi, mempengaruhi saksi, dan memiliki salinan putusan perkara Yohan Yap.
 
Namun Ia membantah dan tetap pada pendiriannya tak pernah melakukan itu. Terkait dokumen, Ia mengakui meminta anak buahnya memindahkan dokumen dari lantai 26-27 Menara Sudirman tempat sejumlah perusahaan Swie Teng berlokasi.
 
"Saya minta pindahkan di lantai 26-27 dan tidak ada dokumen terkait BJA, lagipula BJA adanya di Sentul, bukan di Jakarta," kilah Swie Teng.
 
Bos Sentul City itu berkelit terkait pembelian sejumlah telepon genggam untuk anak buahnya. Menurutnya itu bukan inisiatif dia. Ia juga berkilah soal menyuruh anak buahnya Robin Zulkarnain untuk mempengaruhi saksi.
 
"Bukan membantu mengarahkan saksi, tetapi meminta saksi memberikan kesaksian yang sebenarnya," pungkas dia.
 
Sementara terkait salinan putusan Yohan, Ia tidak mengetahui siapa yang memberikan. "Saya kaget waktu dikenakan pasal 21 (pasal menghalang halangi)," tambah dia.
 
Terkait perbuatannya, dia didakwa melanggar Pasal 21 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaiman dalam dakwaan kedua.
 
Dalam dakwaan, Swie Teng diketahui memerintahkan anak buahnya mentransfer uang Rp 4 miliar pada anaknya bernama Yohan Yap. Selain itu, dia juga memberikan uang secara langsung Rp 1 miliar pada Robin Zulkarnain. Uang itu adalah suap untuk Bupati Bogor Rahmat Yasin (kini mantan) guna pengurusan tukar menukar kawasan hutan yang sedang diurus PT BJA.


(FZN)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

19 minutes Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /