Dua Rampok Spesialis Minimarket Ditangkap

Akmal Fauzi    •    04 Mei 2015 17:53 WIB
pencurian
Dua Rampok Spesialis Minimarket Ditangkap
Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur menangkap dua perampok spesialis minimarket Minggu (3/5/2015), kemarin. Dua pelaku, Hari Yuda dan Anto, ditangkap setelah polisi meneliti hasil rekaman CCTV salah satu minimarket di Duren Sawit yang dirampok.

"Setelah kita kembangkan dua orang kita tangkap satu lagi rekannya masih kita buru," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Johanes Kindangen, Senin (4/5/2015).

Kepada petugas mereka mengaku telah membobol beberapa minimarket di kawasan Duren Sawit. Kedua pelaku berpura-pura menenteng tas pianika ke dalam minimarket. Di dalam tas itu ada linggis dan kunci L yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Hari dan Anto telah beraksi enam kali dengan sasaran minimarket yang telah tutup. Peralatan linggis dan kuncil L disimpan di dalam tas musik pianika. Kedua tersangka masuk ke minimarket dengan mencongkel pintu rollingdoor menggunakan peralatan tadi. Saat beraksi, rekan Hari dan Anto yang masih buron mengawasi di depan minimarket," terangnya.

Johanes menuturkan, para pelaku mengincar minimarket dalam kondisi sudah tutup. Waktunya, lanjut Johanes, biasa beraksinya dalam situasi sepi menjelang Subuh.

"Kebanyakan yang dicari memang yang sudah tutup, enggak dijaga. Waktunya sekitar pukul tiga sampai empat pagi atau Subuh," ujar Johanes.

Barang-barang yang menjadi incaran, meliputi rokok, susu, dan sejumlah barang dagangan di minimarket. Barang hasil rampokan dimasukan dalam karung. Tak hanya barang dagangan, uang pun yang tersimpan meja kasir juga mennjadi sasaran empuk.

Anto mengaku nekat mencuri di minimarket setelah berhenti bekerja sebagai buruh bangunan. Ia mengaku butuh uang untuk biaya hidup istri dan tiga anaknya. Ia melakukan aksi ini setelah ditawari salah satu pelaku yang masih buron berinisial A. Sekali beraksi, Anto mendapat bagian Rp500 ribu. "Buat makan, barang-barangnya kita jualin," ujar Anto.

Akibat perbuatannya, Anto dan Hari kini diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.


(YDH)

Video /