Wuih, Ide Usaha Bisa Dijadikan Agunan!

Husen Miftahudin    •    04 Mei 2015 18:36 WIB
perbankan
<i>Wuih</i>, Ide Usaha Bisa Dijadikan Agunan!
Triawan Munaf (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus mengupayakan agar masyarakat Indonesia dapat memulai usaha baru agar dapat menopang perekonomian negara. Pasalnya, dengan usaha baru maka lapangan pekerjaan akan terbuka, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada.
 

Namun sayangnya, memulai usaha baru bukanlah perkara mudah. Dana pinjaman dari lembaga keuangan seperti perbankan masih ragu meminjamkan modal untuk pelaku usaha baru karena risiko kegagalannya cukup tinggi, sehingga perbankan menggunakan sistem agunan bagi para pelaku usaha untuk meminjam modal usaha.
 

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEK) Triawan Munaf mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memberi kemudahan bagi para usaha kecil menengah (UKM) agar dapat diberikan pinjaman dengan agunan yang dapat terjangkau. Ia menyebut, agunan tersebut adalah ide yang dapat menjamin pihak perbankan mengeluarkan dana pinjaman.
 

"Dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 ‎tentang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), daya kreasi orang atau ide sudah bisa jadi agunan. Tapi gimana caranya, karena tak ada jaminan. Jaminannya, ya ide itu sendiri," ujar Triawan, ditemui usai rapat mengenai UKM di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2015).
 

Meskipun begitu, hal ini harus dibahas secara bersama, baik dari perbankan atau pun dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu sendiri. Pasalnya, agunan berupa ide usaha masih sulit untuk memberi kepercayaan kepada perbankan untuk memberi pinjaman kepada para pelaku usaha.
 

"Ini harus dibicarakan, bagaimana menilai ide itu supaya yang memberi dana yakin bisa sukses daripada gagal. Nanti dibicarakan dengan OJK, bagaimana formulasikan sebuah ide bisa jadi agunan untuk orang minta modal," papar Triawan.
 

Terkait kredit usaha rakyat (KUR), saat ini pihaknya tengah mengajak penyedia KUR untuk membantu memberi fasilitas di beberapa fasilitas bidang kreatifnya. Ia menyebutkan, yang dapat menerima fasilitas KUR, adalah 16 UKM yang bergerak di bidang industri kreatif.
 

"Kita ekonomi kreatif tentu akan gerak bersama penyedia KUR untuk bisa sediakan di bidang-bidang yang bisa dibantu fasilitasi bidan‎g kreatifnya. Ada 16 potensial sub sektor yang potensial, yaitu kuliner, fashion, film, seni pertunjukan, dan games. Games Aplikasi itu luar biasa," pungkas Triawan.




(ABD)