Swie Teng Dibantu Bos Sembunyikan Perbuatan Suap

Renatha Swasty    •    04 Mei 2015 22:36 WIB
kasus korupsi
Swie Teng Dibantu Bos Sembunyikan Perbuatan Suap
Terdakwa kasus suap Bupati Bogor Rachmat Yasin, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Antara--Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bos Sentul City Kwee Tjahyadi Kumala alias Swie Teng, dibantu sejumlah pihak buat menutupi perbuatannya dalam suap menyuap mantan Bupati Bogor Racmat Yasin. Ia dibantu pengacarnya Suryani Zaini yang juga diketahui Wakil Presiden Komisaris SCTV.

Swie Teng mengatakan ketika perkara anak buahnya Yohap Yap mencuat, Suryani meminta detail yang terjadi. Sebab kala itu nama Swie Teng ikut disebut-sebut. Saat itu kata dia, Suryani mengarahkannya.

"(Suryani) Membantu saya dalam bidang hukum yang saya tidak mengerti," kata Swie Teng saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Tak cuma mengarahkan Swie Teng, Suryani juga meminta bertemu sejumlah karyawan Swie Teng yang bakal diperiksa KPK. Pertemuan berlangsung di kantor Suryani.

Saat itu, Suryani meminta apabila ada pertanyaan soal PT Brilliant Perdana Sakti (BPS), disebutkan saja perusahaan itu milik adik Swie Twng, Haryadi Kumala alias Asie.

Begitupula ketika ditanya soal uang Rp4 miliar yang keluar dari PT BPS pada Yohan dijawab saja sudah melalui izin Asie. "Ibu (Suryani Zaini) berkesimpulan PT (BPS) ini punya Haryadi," tambah dia.

Pengakuan Suryani atau biasa dipanggil bunda oleh Swie Teng ini menguatkan keterangan saksi sebelumnya. Roselly Tjung alias Sherly dan Lusiana Herdin mengaku diperintah berkata tak sebenarnya oleh Suryani.

Dalam perkara ini, Cahyadi didakwa bersama-sama Yohan menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin terkait tukar-menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri. Swie Teng didakwa pula merintangi penyidikan perkara Yohan dengan cara mengarahkan saksi dan memindahkan dokumen agar tidak dapat disita KPK.

Suap itu diberikan Swie Teng lewat Yohan Yap melalui transfer. Pengiriman uang dilakukan dari PT Brilliant Perdana Sakti ke PT Multihouse Indonesia.

Dalam dakwaan pertama ini, Cahyadi dikenakan ancaman pidana dalam Pasal 21 tentang menghalang-halangi penyidikan UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001.


(MEL)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

2 hours Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /