Berantas Jaringan Narkotika di Lapas, BNN & Mabes Polri Galang Kekuatan

Al Abrar    •    05 Mei 2015 12:23 WIB
narkotika
Berantas Jaringan Narkotika di Lapas, BNN & Mabes Polri Galang Kekuatan
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Anang Iskandar. (Foto:Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan pertemuan terkait pemberantasan narkotika di Indonesia bersama Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan sejumlah Kementerian di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
 
Pantauan Metrotvnews.com, dalam pertemuan tersebut hadir diantaranya adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila Moelok, Menkumham Yassona Laoly, perwakilan Mabes Polri, dan perwakilan Kejaksaan Agung.
 
Kepala BNN Anang Iskandar mengatakan, pertemuan tersebut digelar untuk menangani jaringan narkotika di lapas-lapas. Sebab, jaringan narkotika yang berkembang saat ini memiliki hubungan dengan para terdakwa yang divonis hukuman penjara maupun mati.
 
"Kami sudah nyatakan perang dengan narkoba. Harus diberantas hingga akarnya. Masalah jaringan narkoba di lapas bisa diselesaikan dengan baik jika ada kordinasi antar lembaga. Itulah yang kami lakukan hari ini," kata Anang di Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
 
Hal serupa diungkapkan, Menkumham Yassona Laloly, menurutnya pertemuan tersebut untuk membasmi jaringan narkotika di lapas. Salah satunya usulannya dengan menempatkan bandar narkotika di lapas khusus dengan penjagaan maksimal.
 
"Semua yang dijatuhi hukuman maksimal, akan kami tempatkan di tiga atau empat lapas khusus dengan pengamanan ketat," ujarnya.
 
Seperti diketahui, banyak peredaran narkotika yang dijalani oleh terpidana mati kasus narkoba. Mereka dapat mengatur dan mendistribuskan barang haram itu dari dalam penjara.
 


(FZN)

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan

11 hours Ago

Inter Milan secara resmi mengonfirmasi perekrutan Joao Cancelo dengan status pinjaman dari Vale…

BERITA LAINNYA
Video /