Kronologis Pencarian WNI di Nepal Melalui Darat

Fajar Nugraha    •    05 Mei 2015 13:33 WIB
gempa nepal
Kronologis Pencarian WNI di Nepal Melalui Darat
Tim darat yang melakukan pencarian terhadap WNI di Nepal (Foto: Dok. Kemlu)

Metrotvnews.com, Kathmandu: Ada enam warga negara Indonesia (WNI) yang belum ditemukan usai gempa Nepal. Pencarian pun dilakukan melalui jalan darat dan udara.
 
Tim relawan kemanusiaan Indonesia menjelaskan kronologis pencarian tim darat. Mereka terus berupaya mencari tiga WNI dari Taruna Hiking Club (THC) yang belum ditemukan sejak 23 April 2015.
 
Menurut Wakil Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, tim darat berangkat menuju Dhunche untuk mencari Alma Parahita, Kadek Andana dan Jeroen Hehuwat. Lokasi ketiganya sudah diketahui namun nasibnya belum mendapatkan kepastian."
 
"Dhunche berlokasi 90 kilomete (km) dari Kathmandu dan biasanya dapat ditempuh selama lima jam dengan menggunakan jalan darat. Namun karena jalan–jalan yang tertutup, kendaraan hanya bisa digunakan sampai mencapai Gerang (Desa Sherpa) yang terletak sejauh 40 kilometer dari Kathmandu," ujar Krisna Djaelani, dalam keterangan tertulis Kemlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (5/5/2015). 
 
Krisna menambahkan, sisa perjalanan sejauh 50 km hanya bisa ditempuh selama 5-6 jam dengan berjalan kaki. Selama di perjalanan, tim berhenti setiap bertemu dengan warga lokal untuk menanyakan informasi mengenai Kadek, Alma dan Jeroen. 
 
Salah satu dari warga lokal yang ditemui adalah keponakan dari paman porter untuk ketiga WNI ini. Dari warga lokal tersebut, didapatkan kabar bahwa Kadek, Alma dan Jeroen memang berangkat menuju Dhunche pada 21 April 2015.
 
Di Dhunche, Tim Darat juga menemui komandan militer lokal dan mereka mendapat informasi ada enam jenazah warga negara asing di Langtang. Namun dua dari jenazah itu belum teridentifikasi.
 
“Kami mengiyakan saat diminta stand-by untuk membantu mengidentifikasi dua jenazah ini,” sebut Krisna.
 
Namun Pada Senin (4/5/2015) pukul 10.00 waktu setempat, tim menerim kabar bahwa proses identifikasi jenazah tidak dimungkinkan karena kondisi yang masih berbahaya di Langtang. Selain itu mereka harus mendapatkan izin dari markas besar di Kathmandu untuk keikutsertaan tim Indonesia. 
 
Tetapi kabar terbaru yang diperoleh dari Letkol Indan mengkonfirmasi bahwa kedua jenazah yang belum diidentifikasi itu bukan WNI yang dicari.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal Iwan Wiranataatmaja menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan. Dubes Iwan menjelaskan pentingnya mengubah proses evakuasi menjadi proses SAR. 
 
"Kita sudah laporkan ke Jakarta bahwa sepanjang mandat yang diberikan kepada tim ini, saya ingin mengusulkan agar pemerintah menyatakan untuk selesai untuk sementara. Apa artinya? Apakah kita akan melupakan keenam WNI? Tidak. Keenam harus ditangani dengan settingan lain, bukan lagi perlindungan dan evakuasi tapi dalam konteks search and rescue (SAR) yang dalam konteks ini kita tidak mempunyai kapasitas," jelasnya.
 
"Bantuan kemanusiaan akan terus diberikan sesuai rencana, namun tim evakuasi tidak dapat melakukan SAR. Hal ini perlu dijelaskan agar tidak terjadi salah kaprah," pungkas Dubes Iwan. 
 
Menurut Dubes Iwan, semua upaya yang dapat Tim lakukan sudah dilakukan.  "What we have done is well beyond our capacity, in the positive sense (apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, utamanya dalam segi positif). Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah negara tidak melupakan keenam WNI ini. Hanya pola operasi tim yang harus diubah, dari evakuasi WNI menjadi SAR," tutupnya.

(FJR)

Video /