Adik Laki-laki Sultan Tak Hadiri Pembacaan Sabdaraja

Patricia Vicka    •    05 Mei 2015 18:18 WIB
keraton yogyakarta
Adik Laki-laki Sultan Tak Hadiri Pembacaan Sabdaraja
Sri Sultan Hamengkubuwono memasuki area pembacaan Sabdaraja yang mengangkat putri pertamanya menjadi peenrus tahta, Metrotvnews.com/ Patrcia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mengeluarkan Sabdaraja kedua di Siti Hinggil Keraton Yogyakarta, Selasa (5/5/2015). Namun tak semua keluarga menghadiri acara tersebut. Beberapa di antaranya saudara laki-laki Sultan.

Pembacaan Sabdaraja berlangsung tertutup untuk awak media. Hanya keluarga dan abdi keraton yang menghadirinya. Isi Sabdaraja yaitu Sri Sultan mengangkat GKR Pembayun sebagai putri mahkota penerus tahta kerajaan Yogyakarta.

"Kerabat yang putri ada. Yang pria tidak ada (yang datang). Gusti Hadi (adik Sultan HB X) ditelpon masih otw, mungkin kena macet. Sedangkan Gusti Prabu (adik laki-laki Sultan) tidak datang," tutur salah seorang kerabat keraton Kanjeng Raden Tumenggung Yudhahadiningrat seusai pembacaan sabdaraja di Yogyakarta, Selasa (5/5/2015).

Yudhahadiningrat menjelaskan pembacaan Sabaraja berlangsung sebentar, hanya sekitar dua menit. "Ada satu point yang disampaikan. Tapi saya tidak bisa menjelaskan karena bukan kapasitas saya. Nanti sore akan ada pertemuan Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) dengan kerabat dalem," ujarnya singkat.

Pembacaan Sabdaraja sendiri dilakukan sekitar pukul 11.00 wib. Sebelumnya sekitar pukul 10.50 wib, Sri Sultan tampak memasuki pelataran Siti Hinggi didampingi permaisuri GKR Hemas dan disusul oleh putri-putrinya.

Saat pembacaan, Sri Sultan HB mengenakan baju kebesarannya yang berwarna hitam dengan kain batik berwarna coklat bermotif parang dan kulup kepala berwarna biru muda. Sedangkan putri pertamanya, GKR Pembayun mengenakan kebaya tradisional berwarna hijau tosca dipadu kain batik coklat dengan sanggul tengkuk.

Isi Sabda raja menurut salah seorang abdi dalem yang tidak mau disebutkan namanya adalah pengangkatan GKR Pembayun menjadi putri mahkota dengan sebelumnya mengganti gelar sang putri menjadi GKR Mangkubumi.

Dalam adat keraton gelar Mangkubumi merupakan gelar yang diemban putra mahkota sebelum naik tahta.
 


(RRN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /