Tujuh Hal Penting dalam Pemilu Inggris 2015

Ramalan Pemilu Inggris 2015: Tidak Ada yang Pasti!

Fajar Nugraha    •    05 Mei 2015 19:22 WIB
pemilu inggris 2015
Ramalan Pemilu Inggris 2015: Tidak Ada yang Pasti!
Perdana Menteri Inggris David Cameron saat kampanye (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, London: 7 Mei 2015 mendatang, rakyat Inggris akan menentukan pilihannya. Namun dalam pemilu kali ini dikhawatirkan tidak ada pemenang yang pasti.
 
Sebelumnya tiga hal sudah dibeberkan dalam tujuh hal penting dalam Pemilu Inggris 2015, berdasarkan Guardian 5 Mei 2015. Kini empat hal penting lainnya akan dipaparkan dalam artikel ini.
 
4. Miliband diperhitungkan kembali
 
Pemimpin Partai Buruh Ed Miliband sebelumnya dianggap sebagai sosok yang tidak kompeten untuk menjadi PM Inggris. Namun ketidakjelasan arah kebijakan Inggris, bersamaan menurunnya kekuatan media yang mempengaruhi pemilu, membuat sosok Miliband seperti cemerlang. Anak imigran Yahudi ini, berani berbicara tentang ketimpangan ekonomi di negara kekuatan ekonominya yang terbesar kelima di dunia tersebut. Bahkan, pasar bursa mulai terpengaruh oleh sosok Miliband.
 
5. Ramalan: belum ada kejelasan
 
Meskipun Ed Miliband mendapatkan hasil baik dalam pemilu, namun diperkirakan komposisi di parlemen tidak dipenuhi oleh salah satu pihak yang dominan. Ini berarti kemungkinan besar akan terjadi transaksi politik antar partai dengan menimbulkan agenda politik yang berbeda. 
 
Apa yang berbeda? UK Independence Party (UKIP) telah memicu gelombang anti-imigran dan sentimen anti-Uni Eropa (UE) yang bisa menggoyang agenda politik di Negeri Ratu Elizabeth. Ini bisa menarik suara yang dimiliki oleh Partai Konservatif. Sementara Scottish National Party (SNP), yang bisa menyerap suara dari Partai Buruh, bisa menarik banyak kekuatan di Skotlandia usai referendum kemerdekaan Skotlandia yang gagal pada 2014. Sementara Partai Liberal Democrat diperkirakan akan membentuk koalisi dengan pihak Konservatif bila menang dalam pemilu, meskipun pemimpin partai, Nick Clegg mengatakan terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Partai Buruh.
 
6. Partai kecil bisa pegang perubahan
 
Tidak peduli siapa yang menang, pada hasil akhir Pemilu Inggris 2015, partai besar makin bergantung dengan partai kecil dan pemilih yang berpikiran independen. Sementara di lain pihak, pandangan dari masyarakat bisa dipengaruhi oleh kampanye sosial media yang lebih memilih menyingkir dibanding menjadi pusat spektrum politik.
 
7. Kesimpulan yang membingungkan
 
Bila pada akhirnya diperoleh susunan parlemen yang gantung, apa yang akan terjadi? Seorang perdana menteri bisa tetap berkuasa asalkan dia bisa tetap memimpin suara mayoritas di parlemen. Partai-partai memiliki waktu dua minggu untuk melakukan negosiasi menjalankan roda pemerintah sebelum anggota parlemen baru menjalankan tugasnya. Tetapi bila koalisi partai sementara tidak bisa dibentuk, maka dalam beberapa bulan ke depan akan dilakukan pemilu ulang.



(FJR)

Video /