Takkan Rem Belanja, Pemerintah Andalkan Utang

Suci Sedya Utami    •    05 Mei 2015 21:02 WIB
utang luar negeri
Takkan Rem Belanja, Pemerintah Andalkan Utang
Menko Perekonomian Sofyan Djalil -- FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnnews.com, Jakarta: Pemerintah memastikan belum akan memotong belanja meski pertumbuhan melambat dan pendapatan negara diprediksi mengalami shortfall yang besar.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, jika pemerintah mengurangi belanja, nantinya akan berdampak pada pertumbuhan yang lebih jatuh lagi, di mana yang menjadi korban itu belanja modal, karena belanja rutin seperti pembayaran gaji PNS tak bisa dikurangi.

"Karena mengerem belanja sama saja mengacaukan semuanya. Itu bahaya, menyebabkan semua proyek berhenti. Untuk akan dipilih betul, mana proyek yang tidak punya impact terhadap pertumbuhan ekonomi," terang Sofyan di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).

Menurutnya, daripada memotong belanja, pemerintah lebih mengandalkan utang luar negeri yang lebih dipercepat. "Kan ada pendapatan lain, pinjaman G to G, pinjaman ODE juga. Maka walau pendapatan tidak mencapai yang diharapkan maka shortfall itu yang harus kita cari (tutupi)," jelas dia.

Sebelumnya, Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra menilai target penerimaan pajak yang. dipatok naik 30 persen menjadi Rp1.244,7 triliun akan sulit tercapai. Pasalnya kuartal pertama, hanya terkumpul Rp180 triliun.

Menurutnya, jika kenaikan tergetnya hanya 15 persen saja, masih menciptakan shortfall yang cukup besar Rp179 triliun. Untuk menutupinya berarti harus menarik utang. Namun utang saja ternyata memiliki batas, sehingga masih menciptakan defisit.

Agar defisit tidak melebar, caranya dengan memotong anggaran belanja, di mana yang selama ini porsi penyerapannya kecil yakni belanja modal.

"Jadi paling gampang dipotong. Tapi mungkin dilihat mana proyek prioritas yang mana yang bisa dijalankan dan tidak," pungkasnya.


(AHL)

Antara Riedl, Indonesia dan Label <i>Runner Up</i>
Piala AFF 2016

Antara Riedl, Indonesia dan Label Runner Up

29 minutes Ago

Sebelumnya sempat ada perjanjian jika Riedl gagal membawa Indonesia juara AFF, kontrak tiga tah…

BERITA LAINNYA
Video /