Ditahan, Jero Wacik `Mengemis` Bantuan ke Jokowi, JK, dan SBY

Yogi Bayu Aji    •    05 Mei 2015 21:20 WIB
jero wacik
Ditahan, Jero Wacik `Mengemis` Bantuan ke Jokowi, JK, dan SBY
Jero Wacik di Gedung KPK, Selasa (5/5/2015).MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Jero Wacik merasa diperlakukan tidak adil. Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu tak rela ditahan, sampai-sampai dia tak sungkan `mengemis` bantuan.

Jero Wacik berharap uluran tangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan juga Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya mohon Pak Presiden Jokowi. Bapak mengenal saya dengan baik. Saya merasa diperlakukan tidak adil," Jero memelas di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Perasaan serupa juga dia sampaikan pada JK. Jero berharap JK menolongnya. "Pak Wapres, Pak JK, lima tahun saya di bawah Bapak," imbuh mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Pemerintahan SBY-JK, itu.

Tak lupa dia juga memohon bantuan pada SBY yang pernah menjadi atasannya langsung. Dengan nada rendah, dia berharap uluran tangan SBY.

"Pak SBY juga, Pak Presiden ke-6, karena saya diperlakukan seperti ini, saya mohon dibantu. Saya tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Saya merasa ini ketidakadilan," Jero penuh harap.

Jero diperiksa, lalu ditahan terkait kasus dugaan korupsi. Selama menjabat sebagai menteri pada periode 2011-2013, dia diduga memeras berbagai pihak lewat berbagai kegiatan di Kementerian ESDM.

Jero tiba di KPK, sekitar pukul 10.50 WIB. Dia datang bersetelan jas hitam. Tapi, begitu keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.40 WIB, Jero sudah bersalin pakaian dan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

"Yang bersangkutan ditahan di Rutan Cipinang untuk 20 hari ke depan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Jero ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 September 2014. Dia diduga memeras untuk memperbesar dana operasional menteri (DOM). Jero tak puas karena DOM kementerian ESDM lebih kecil dibanding Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang pernah dia pimpin.

Ada tiga modus yang dilakukan Jero. Pertama, menghimpun pendapatan dari biaya pengadaan yang dianggarkan Kementerian ESDM; Kedua, meminta pengumpulan dana dari rekanan untuk program-program tertentu; Ketiga, menganggarkan kegiatan rapat rutin yang ternyata fiktif.

Jero dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 421 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Jero diketahui juga terlibat kasus dugaan korupsi saat menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Status dia sudah tersangka dalam kasus ini sejak 6 Februari. Mantan menteri di era SBY itu diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp7 miliar.

Dia dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Politikus Partai Demokrat itu bukan tak pernah melawan. Dia pernah menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka, tapi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak seluruh permohonan praperadilannya pada 28 April 2015.


(ICH)

Tiga Pemain Indonesia Masuk Skuat Terbaik Semifinal Piala AFF
Indonesia menuju juara Piala AFF 2016

Tiga Pemain Indonesia Masuk Skuat Terbaik Semifinal Piala AFF

17 minutes Ago

Tiga pemain timnas Indonesia masuk dalam skuat terbaik semifinal Piala AFF.…

BERITA LAINNYA
Video /