Dibui, Jero Wacik Minta Doa ke Istri dan Anak

Yogi Bayu Aji    •    05 Mei 2015 21:24 WIB
jero wacik
Dibui, Jero Wacik Minta Doa ke Istri dan Anak
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/5/2015) -- Antara/ HAfidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dibui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia pun meminta doa kepada istri dan anak.

"Untuk istri dan anak-anak, keluarga di Bali, masyarakat Indonesia umumnya yang mengenal saya, mohon doanya," kata Jero dengan nada memelas di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Jero minta doa agar kuat melewati proses hukum yang menantinya. "Agar saya tabah dan tawakal, dan sabar menjalani proses hukum," imbuh dia.

Pantauan Metrotvnews.com, Jero tiba pada pukul 10.50 WIB, Selasa di Gedung KPK dengan mengenakan setelan jas hitam. Namun begitu keluar pada 19.40 WIB, dia mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

"Yang bersangkutan ditahan di Rutan Cipinang untuk 20 hari ke depan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di kantornya, Selasa sore.

Politikus Partai Demokrat itu jadi tersangka dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan melalui kegiatan di Kementerian ESDM saat menjabat sebagai Menteri  periode 2011-2013 pada 3 September 2014. Ia diduga memeras untuk memperbesar dana operasional menteri (DOM).

Ada tiga modus yang diduga Jero gunakan. Mereka adalah menghimpun pendapatan dari biaya pengadaan yang dianggarkan Kementerian ESDM, meminta pengumpulan dana dari rekanan untuk program-program tertentu, dan menganggarkan kegiatan rapat rutin yang ternyata fiktif.

Tindakan ia lakukan di duga lantaran DOM di kementerian ESDM lebih kecil dari pada di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) tempat ia pernah bertugas. Jero kemudian dijerat pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 jo pasal 421 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Jero diketahui juga terlibat kasus dugaan korupsi saat menjabat menjadi menteri kebudayaan dan pariwisata. Dalam kasus menbudpar, Jero ditetapkan sebagai pesakit sejak 6 Februari lalu. Mantan menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp7 miliar.

Dia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001. Pasal itu mencantumkan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

Jero juga mengajukan praperadilan terhadap statusnya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi, pada 28 April 2015 lalu, Hakim Tunggal Sihar Purba menolak seluruh permohonan praperadilan Jero Wacik.


(Des)


Nostalgia Kiper Klub Liga Inggris di Piala AFF 2018
Piala AFF 2018

Nostalgia Kiper Klub Liga Inggris di Piala AFF 2018

10 minutes Ago

Kembalinya Etheridge ke Piala AFF ditandai dengan hasil positif. Filipina berhasil meraih kemen…

BERITA LAINNYA
Video /