Cerita Satu Jam Rekonstruksi Pembunuhan Deudeuh

Arga sumantri    •    06 Mei 2015 13:16 WIB
pembunuhan deudeuh
Cerita Satu Jam Rekonstruksi Pembunuhan Deudeuh
Proses rekontruksi pembunuhna Deudeuh Alfi Sahrin. (Foto: Arga Sumantri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi lakukan puluhan adegan reka ulang kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata Chubby selama satu jam. Seluruh adegan dilakukan langsung oleh tersangka M Prio Santoso.
 
Polisi bersama pelaku tiba di Boarding House dengan pengawalan mobil patroli pukul 09.55 WIB. Suara riuh warga Tebet Utara menyoraki kedatangan pelaku. "Woooo..wooo," teriak Warga Tebet Utara, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).
 
Dalam rombongan, terlihat ada satu unit mobil Jatanras Polda Metro, mobil Inafis, dan satu kendaraan bus polisi yang membawa anggota tim identifikasi.
 
Awak media sontak mengepung mobil Jatanras Polda Metro saat hendak mengeluarkan tersangka menuju ke dalam Boarding House. Ada belasan polisi mengelilingi pelaku, awak media kesulitan mengambil gambar. Akibatnya aksi dorong pewarta dan polisi tak terelakkan. Pelaku terlihat keluar dengan menggunakan baju tahanan dan penutup wajah.
 
Di dalam indekos, pewarta tidak bisa meliput langsung kegiatan rekonstruksi. Pintu gerbang ditutup petugas saat rekonstruksi berlangsung di dalam kos. Tapi tak berapa lama, beberapa pewarta berhasil melobi petugas sampai akhirnya disepakati beberapa orang perwakilan media boleh masuk.
 
"Kita sepakati, perwakilan saja yang masuk, temen-temen TV satu, fotografer satu, nanti di share saja gambarnya," kata petugas.
 
Pukul 10.45 WIB pelaku keluar dari dalam kamar kos dan melakukan dua adegan di depan Boarding House, menelepon dan menaiki taksi.
 
Kemudian pelaku masuk ke dalam taksi dengan didampingi tiga anggota polisi. Taksi pun dikawal petugas menuju Stasiun Cawang, Tebet, Jakarta Selatan.
 
Pukul 11.10 WIB pelaku tiba di stasiun. Lalu lintas di sekitar stasiun sempat tersendat akibat penjagaan ketat petugas.
 
Pelaku kemudian memperagakan saat keluar dari taksi dengan membawa tas hitam, setelah itu pelaku masuk stasiun. Di ujung peron jalur satu Stasiun Cawang arah Bogor, pelaku berhenti dan duduk bersandar di pagar. Dengan posisi tas didepan, pelaku membuang kunci kamar kos Deudeuh dari dalam pagar stasiun Cawang menggunakan tangan kanan.
 
Adegan terakhir, pelaku naik kereta ke arah Bogor namun tidak dipraktekkan tim Jatanras Polda Metro Jaya. Sebab, menurut polisi kondisinya tidak memungkinkan.
 
"Adegan 28 dia (pelaku) naik kereta tidak perlu ya, nunggu kereta nya juga lama," kata seorang anggota Polisi, di lokasi.
 
Tersangka melakukan 27 adegan mulai dari tempat kos Deudeuh, sampai membuang kunci kamar kos Deudeuh dari dalam pagar Stasiun Cawang.
 
Rekonstruksi pun selesai, petugas kemudian membawa pelaku kembali ke Polda Metro Jaya. Tidak ada keterangan resmi apapun dari pihak kepolisian di lokasi rekonstruksi. Polisi rencananya akan memberikan keterangan resmi di Polda Metro Jaya.
 


(FZN)

Video /