Naikkan Harga Pulsa, Pedagang di Malang Boikot XL

Aditya Mahatva Yodha    •    06 Mei 2015 13:34 WIB
bisnis
Naikkan Harga Pulsa, Pedagang di Malang Boikot XL
Ilustrasi penjual pulsa. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Malang: Para pedagang pula di Malang tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah pesan singkat yang masuk ke dalam telepon genggam mereka dari Asosiasi Pedagang Pulsa Malang Raya.

Pesan tersebut mengajak para pedagang pulsa untuk tidak berjualan pulsa merek provider tertentu karena kenaikan harga yang cukup tinggi dinilai tidak masuk akal.

"Info. MULAI JAM 00.00 WIB NANTI MALEM, XL MALANG SEPAKAT UNTUK TIDAK JUALAN BAIK ISI ULANG MAUPUN PERDANA, silakan dikondisikan masing2. Maaf ini demi kebaikan bersama ke depan," bunyi pesan singkat tersebut.

Buntut dari adanya pesan tersebut merupakan aksi susulan asosiasi pedagang pulsa Malang Raya, di mana sebelumnya sejak Jumat 1 Mei 2015, pedagang outlet pulsa sudah memboikot penjualan XL.

Mahalnya kenaikan harga pulsa tersebut berlaku bagi XL dan juga Axis, di mana untuk pembelian pulsa Rp5 ribu harus membayar Rp9 ribu dan pulsa sebesar Rp10 ribu wajib membayar Rp14 ribu. Para pedagang pun kecewa terhadap kebijakan baru manajemen XL, sebab dianggap tak berpihak kepada pedagang kecil.

Ketua Umum Asosiasi Penjual Pulsa Malang Raya David Rusdianto menjelaskan, aksi menaikkan harga pulsa XL merupakan respons atas kebijakan baru manajemen perseroan tentang distribusi.

Saat ini manajemen XL menetapkan kebijakan bahwa jatah voucher isi ulang pulsa untuk pedagang (server) hanya 35 persen, sedangkan untuk distributor adalah 65 persen. Padahal, sebelumnya jatah untuk voucher pedagang sebanyak 70 persen dan distributor resmi XL hanya mendapatkan kuota 30 persen.

"Dipangkasnya jatah untuk pedagang itulah yang membuat mereka kecewa,"  kata David, saat ditemui di Jalan Sulfat, Malang, Jawa Timur, Selasa 5 Mei, seperti diberitakan Rabu (6/5/2015).

David menjelaskan, untuk menjadi distributor retail, maka pedagang harus menggunakan satu chip khusus untuk bertransaksi melakukan isi ulang pulsa XL. Sementara, yang selama ini terjadi adalah para pedagang pulsa menggunakan multichip alias satu chip bisa digunakan untuk transaksi semua pulsa.

"Selain itu, juga harus ada outlet yang jelas keberadaannya. Selama ini penjual pulsa kan banyak yang tidak memiliki unit usaha, mereka moving saja. Kalau transaksi harus menggunakan chip XL, jelas memberatkan bagi kami. Apalagi alokasi kami saat ini lebih sedikit," sambung David.

Melihat beberapa alasan itulah, para pedagang kemudian bersepakat untuk sekalian menaikkan harga pembelian pulsa XL sebagai bentuk protes kepada manajemen XL.

"Mengikuti hukum pasar saja, saat suplai sedikit, maka harga barang akan menjadi lebih mahal," pungkas David.


(AHL)

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor
Semifinal Leg 1 Piala AFF 2016: Indonesia vs Vietnam

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor

1 hour Ago

PSSI dan ketua Panpel laga Indonesia versus Vietnam memberikan penjelasan mengenai pendistribus…

BERITA LAINNYA
Video /