UNICEF Ingatkan Risiko Penyakit pada Anak-Anak Nepal

Willy Haryono    •    06 Mei 2015 15:01 WIB
gempa nepal
UNICEF Ingatkan Risiko Penyakit pada Anak-Anak Nepal
Foto dari UNICEF memperlihatkan warga yang berjalan di antara reruntuhan bangunan di Bhaktapur, Nepal -- AFP / UNICEF

Metrotvnews.com, Kathmandu: Lebih dari sepekan setelah gempa bumi 7,8 Skala Richter di Nepal, UNICEF mengatakan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah bencana terancam. Pasalnya, banyak anak-anak Nepal yang kini menjadi tuna wisma, mengalami trauma berat dan tidak memiliki akses ke fasilitas dasar. 

Dengan datangnya musim hujan beberapa pekan lagi, risiko anak-anak di Nepal tertular penyakit seperti kolera dan infeksi diare semakin tinggi. Mereka juga semakin rentan terhadap ancaman tanah longsor dan banjir.
 
"Gempa bumi telah mengakibatkan kehancuran yang tidak terbayangkan," kata Rownak Khan, Deputi Kepala Perwakilan UNICEF di Nepal. 

"Rumah sakit kebanjiran pasien, air langka, banyak jenazah yang masih tertimbun reruntuhan dan orang-orang masih tidur di alam terbuka. Situasi ini merupakan tempat berkembang biak yang sempurna bagi penyakit," sambung dia, dalam rilis UNICEF yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (6/5/2015).
 
Gempa bumi yang terjadi pada 25 April ini meratakan lebih dari 130.000 rumah, lebih dari tiga juta orang membutuhkan bantuan makanan. Sekitar 24.000 ribu orang masih tinggal di 13 penampungan di Kathmandu. 

Nepal, negara dimana 40 persen anaknya tergolong cebol, kekhawatiran terhadap nutrisi semakin meningkat. Sedikitnya 15.000 anak dengan malnutrisi akut membutuhkan terapi makan. Anak-anak di 12 wilayah dengan dampak gempa terparah sangat membutuhkan bisa kembali ke rutinitas normal mereka dengan membuat ruang-ruang ramah anak, membuka sekolah dan memberikan akses terhadap layanan dasar, seperti kesehatan dan air.
 
Segera setelah gempa bumi mengguncang Nepal, UNICEF menggunakan pasokan yang sudah tersedia untuk memberikan bantuan, termasuk tenda yang berfungsi sebagai klinik darurat di banyak rumah sakit, terpal untuk tempat berlindung, layanan truk air di penampungan-penampungan darurat, tablet penjernih air dan perangkat higienis.
 
UNICEF memperluas respon sehingga anak-anak di komunitas yang paling terdampak, termasuk mereka yang sulit dijangkau di luar Kathmandu, mendapat layanan dan bantuan kemanusiaan.
 
Dalam seminggu terakhir, UNICEF telah:
 
- Menerbangkan lebih dari 80 ton bantuan, termasuk tenda, alas plastik, selimut, asupan nutrisi, vaksinasi dan obat-obatan.
 
- Membuat ruang-ruang ramah lingkungan di penampungan darurat, untuk memberikan dukungan kepada anak-anak agar bisa mengatasi pengalaman traumatis mereka, sekaligus sebagai tempat aman di mana mereka bisa bermain dan belajar.

- Mengirimkan bantuan ke area-area terpencil di luar lembah Kathmandu, termasuk Kayre dan Gorkha, dimana tim UNICEF membagikan sabun, tablet penjernih air, terpal dan ember untuk ribuan orang. Di Dhading, perangkat higienis dan keluarga serta tablet penjernih air telah dikirimkan ke tujuh desa terpencil dengan menggunakan helicopter.
 
- Mengadakan layanan dukungan psikologis di Gorkha, Kaski, Sindhuli, Kavre, Ramechhap dan Kathmandu.

UNICEF juga telah mengajukan permohonan dana tambahan untuk mendukung respon kemanusiaan atas gempa bumi di Nepal selama tiga bulan mendatang.
 
Meminjamkan suaranya untuk anak-anak di Nepal, Duta UNICEF Orlando Bloom, telah dua kali berkunjung ke Nepal dengan UNICEF. Ia juga telah merekam permohonan mengimbau dukungan untuk upaya darurat UNICEF. 


(WIL)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

6 hours Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /