LPDB Berharap Menjadi Badan Khusus

Antara    •    06 Mei 2015 17:20 WIB
kementerian koperasi dan ukm
LPDB Berharap Menjadi Badan Khusus
UMKM (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM menginginkan peningkatan menjadi badan khusus yang mengelola pinjaman kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami mengusulkan agar LPDB didorong menjadi badan. Nanti badan ini lah yang membiayai semua usaha mikro yang ada di Indonesia dengan bentuk stimulus," kata Direktur Utama LPDB Kemas Danial, di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Menurut dia, LPDB berhak mendapatkan peningkatan status karena bukan lembaga profit oriented atau tidak berorientasi untuk mencari keuntungan dan hanya mematok bunga pinjaman sebesar tiga persen.

"Walau pun kita mendapatkan keuntungan tapi tidak signifikan. Karena memang tujuannya memang bukan untuk mencari untung. Tapi dengan dengan dasar yang sudah dimiliki, kami yakin bisa menjadi badan khusus," tuturnya.

Hingga saat ini neraca keuangan dan kinerja LPDB terus mengalami surplus, dengan tingkat kolektibilitas di bawah dua persen. Pendapatan bersih setelah dipotong biaya operasional LPDB mencapai Rp52 miliar per tahun. 

Lebih lanjut Kemas berharap agar pembentukan badan khusus tersebut juga diperkuat dengan adanya undang-undang mengenai hal tersebut. "Jika dengan UU prosesnya memang lebih lama daripada menggunakan perpres (peraturan presiden). Tapi sebaiknya memang menggunakan regulasi UU, karena nanti ada kaitannya dengan pengucuran modal. Itu harus persetujuan DPR," tukasnya.

Berdasarkan data yang ia paparkan, hingga 5 Mei 2015 LPDB telah menyalurkan dana sebesar Rp5,78 triliun kepada lebih dari 688 ribu UMKM melalui 3.975 mitra di seluruh Indonesia. Pada  2015, LPDB menargetkan penyaluran dana bergulir mencapai Rp2,35 triliun, dan akan disalurkan kepada 174 ribu UMKM melalui 940 mitra.

"LPDB sudah berjalan delapan tahun, esensinya memang bergerak sebagai stimulus kepada UMKM. Apalagi ada keinginan dari presiden untuk pertumbuhan ekonomi 6,7 persen. Jadi harus mendukung semua bidang unggulan," pungkasnya.



(ABD)

Video /