Polres Sumedang Gagalkan Perdagangan Manusia

Ismail    •    07 Mei 2015 02:24 WIB
perdagangan manusia
Polres Sumedang Gagalkan Perdagangan Manusia
Foto: Ilustrasi

Metrotvnews.com, Sumedang: Kasus perdagangan manusia (trafficking) yang menimpa empat orang wanita warga Desa Genereh, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa barat, berhasil di gagalkan oleh Satreskrim Polres Sumedang.

Diketahui, sebelum melapor ke Polres Sumedang, empat orang wanita warga Buah Dua tersebut, Yayah,46, Engkas,45, Sawi,41, dan Neli,16, berhasil melarikan diri dari sebuah rumah yang dijadikan tempat tinggal sementara di Lampung.

“Kami sudah menangkap seorang tersangka trafficking berinisial HJH,52, warga Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, yang membawa ke empat wanita asal Sumedang ini untuk dijual,” ujar Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Niko N Adiputra, Rabu (6/5/2015).

Sindikat perdagangan manusia ini keseluruhan ada tujuh orang, baru kita tangkap satu orang dan enam tersangka lainnnya masih dalam pengejaran.

“Dari informasi yang kami dapatkan, mereka direkrut oleh tersangka tanggal 23 April lalu, dan ke empat wanita itu dibawa ke Indramayu, ke Bekasi dan terus ke Lampung,” katanya.

Niko menjelaskan, dari ke empat korban trafficking tersebut ada seorang diantara mereka yang pernah menjadi TKW, sehingga ia merasa curiga, karena mereka tidak dibawa ke tempat penampungan. Sehingga mereka pun berusaha untuk kabur.

“Mereka, oleh pelaku dijanjikan akan dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga, sementara karena satu dari ke empat korban ada yang masih dibawah umur rencananya akan dijadikan pelayan restoran, bahkan dalam daftar umurnya dari 16 tahun dirubah menjadi 20 tahun,” kata Niko yang menirukan pengakuan para korban.

Dalam kasus trafficking ini, kata Niko, tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu primer pasal 10 jungto pasal 4 Undang-undang No 21/2007 tentang perdagangan orang, Subsider pasal 88 jungto pasal 76 hurup I Undang-undang No 35/2014 tentang perdagangan anak dan lebih subsider lagi pasal-pasal dalam penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.


(ALB)

Video /