Asosiasi Nata De Coco Minta Gubernur DIY Izinkan Penggunaan Urea

Patricia Vicka    •    07 Mei 2015 12:50 WIB
makanan berbahaya
Asosiasi Nata De Coco Minta Gubernur DIY Izinkan Penggunaan Urea
Ilustrasi: Antara/Arif Firmansyah

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah anggota Asosiasi Nata De Coco se DIY menyambangi kantor Gubernur DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (6/5/2014) siang. Mereka meminta keadilan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Mereka meminta sultan mengizinkan penggunaan pupuk urea kategori non food grade sebagai bahan pembuatan Nata De Coco. Penggunaan pupuk ini dilarang oleh BBPOM DIY beberapa pekan lalu.

Tiba di kantor gubernur, perwakilan asosiasi segera berbincang-bicang dengan perwakilan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY.

Ketua Asosiasi Nata De Coco, Nana Hapsari, mengatakan pihaknya menolak menggunakan bahan-bahan food grade karena selama ini penggunaan bahan-bahan nonfood grade aman.

"Kami tidak mau menerima standar food grade. Karena nonfood grade yang digunakan sudah aman dan mengantongi sertifikasi Skufindo, LPOM UI dan hasil penelitian lainnya. Kalau sudah aman kenapa dipindah ke food grade?" ujar Nana di kantor GUbernur.

Dia juga mengkritik langkah BPOM yang melarang penggunaan nonfood grade dalam pembuatan bahan Nata de Coco tanpa hasil uji coba laboratorium.

"Kami tidak mau hanya berdasarkan teoritis saja. Yang diungkapkan harus ada uji laboratorium. Dari hasil Uji Laboratorium, BBPOM harus menjelaskan kandungan apa yang berbahaya dalam Nata de coco sehingga dikatakan tidak aman. Kedua, BBPOM harus bisa menunjukkan hasil uji lab perbedaan mendasar kandungan dasar za food grade dengan non food grade," tegas dia.

Kini ratusan petani penghasil bahan dasar Nata De coco satu per satu menutup usahanya akibat penggrebekan pabrik Nata De Coco yang menggunakan bahan non food grade oleh Ppolisi Sleman beberapa waktu lalu.

"Sekarang banyak petani dan pengusaha yang tutup dan merugi karena masalah ini. Berkurang sekitar 30 persen dari sebelum penggrebekan. Sedangkan yang bertahan masih menunda produksi karena takut di-sweeping," jelas Nana.

Kepala BBPOM DIY, I Gusti Ayu Adhi Arya Patni, mengatakan tengah menggodok standar regulasi penggunaan bahan pembuatan nata De Coco. "Kalau Nata de Coco dalam kemasan sudah ada standar SNI-nya. Tapi bahan pembuat nata de coco yang harus diteliti lagi. Sekarang lagi di Godhok standar regulasinya," kata dia.


(BOB)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

23 minutes Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /