Eddie van Halen Antara Alkohol yang Merusak dan Putranya yang Menyemangati

Adi Waluyo    •    07 Mei 2015 13:26 WIB
feature showbiz
Eddie van Halen Antara Alkohol yang Merusak dan Putranya yang Menyemangati
Eddie Van Halen. (Foto:ibitimes)

SEPANJANG karier musik Van Halen, tercatat tiga orang telah menjadi vokalis; David Lee Roth, Sammy Hagar, dan Gary Cherone. Semua punya keunikan dan keistimewaan tersendiri.

Bila seorang penggemar Van Halen ditanya, "Siapakah vokalis terbaik Van Halen di antara ketiganya?" Umumnya, mereka akan langsung menyisihkan Gary Cherone (eks Extreme). Album Van Halen bersama Gary Cherone, Van Halen III (1998), tak sesukses penjualan album Van Halen yang lain. Gary keluar dari band itu di penghujung millenium (1999).

Dari dua vokalis yang tersisa, David Lee Roth dan Sammy Hagar, pilihannya menjadi sulit. Karena masing-masing telah menelurkan banyak hits besar bersama Van Halen. Dua-duanya sama-sama signifikan secara musikalitas bagi Van Halen.

Dunia musik rock sempat terkejut saat 'Diamond' David memutuskan hengkang dari Van Halen untuk mengejar solo kariernya, bertepatan dengan April Fools' Day, 1 April 1985. Dave mulai bergabung dengan Van Halen tahun 1975.

Hingga kini, ini satu-satunya penjelasan Dave soal keluarnya ia dari Van Halen. "Sejak hari pertama saya di band ini 11 tahun yang lalu, saya selalu merasa suatu saat saya akan terbangun di hotel yang dingin, semua kamarnya telah kosong (dari personel Van Halen yang lain) dan saya akan terjebak dengan sinyal telepon yang terus sibuk. Sejak hari pertama. Tak ada yang berubah," tutur Dave pada Billboard di Januari 1985.

Sejak posisi Dave digantikan oleh Sammy Hagar, pers pun ramai menghembuskan perseteruan antara David dengan bekas grup yang telah membesarkan namanya ini. Yang paling ekstrem, saat Dave divonis terjangkit HIV, Van Halen malah justru merilis album berjudul OU812 pada 1988. OU812 bisa dibaca 'oh you ate one too' (oh kamu terkena (HIV) juga).

Formasi Hagar di Van Halen sempat menghasilkan empat album (5150, OU812, For Unlawful Carnal Knowledge, dan Balance), sebelum ia akhirnya keluar pada 1996.

Hagar menuturkan, sebetulnya tak ada masalah saat ia bersama Van Halen. Semua menyadari potensi masing-masing. Ia sibuk menulis lagu, dan Eddie cukup puas dengan main gitar dan piano.

Menurut Hagar, Eddie yang ramah dan rendah hati, tak bisa jadi pemimpin. Lambat laun Hagar lah yang memegang kendali Van Halen. Eddie akhirnya merasa bahwa Van Halen adalah band miliknya. Ia tak mau didikte oleh Hagar setiap ada keputusan yang harus diambil. Percekcokan terus memanas sampai masuknya manajer baru yang memihak Eddie.

Sammy Hagar akhirnya memutuskan keluar. Ia mengklaim, perubahan sifat Eddie terjadi karena terlalu larut dalam narkotika yang saat itu sedang kencang-kencangnya di tubuh Van Halen.

David Lee Roth sempat reuni sesaat tahun 1996 untuk merekam album Best Of.  Setelah memasuki fase kemunduran bersama Gary Cherone (1996-1999), Van Halen sempat vakum tanpa aktivitas selama beberapa tahun.

Di tahun 2000, Eddie didiagnosa menderita kanker di lidahnya dan dokter memutuskan untuk memotong bagian kecil yang telah terserang kanker. Setelah bertahun-tahun bebas, kanker kembali menyerang tenggorokan dan lidah Eddie pada 2011, dan lagi-lagi dokter harus memotong sebagian lidahnya.

Di tengah-tengah itu pada 2003, Eddie menghubungi Hagar untuk kembali menggarap album kompilasi dan konser musim panas di Amerika. Tur musim panas 2004 itu terbilang sukses. Van Halen meraup hampir USD55 juta dari hasil penjualan tiket.

Masalah yang sama terulang kembali. Kali ini bukan narkotika penyebabnya, melainkan alkohol. Saat itu, Eddie yang telah bercerai dengan Valerie Bertinelli, menurut Hagar, tak seperti Eddie yang dulu ia kenal. Ia kini tak bisa lagi mengontrol perilakunya karena semakin larut dalam kecanduan alkohol.


Eddie van Halen. (Foto:dalje)

Sammy Hagar banyak bercerita soal perubahan sikap dan kepribadian Eddie. Dimulai saat malam pertama konser di belakang panggung. Eddie bertanya kepada Hagar tentang tato yang baru dibuatnya. Usai Hagar bercerita tentang makna tatonya, Eddie menggulung lengan bajunya dan menunjukkan tato lambang Van Halen sambil berkata, "Kau tahu? itu bukan apa-apa. Inilah (sambil menunjuk tatonya) yang akan bertahan selamanya."

Hagar sempat terkejut ketika Eddie muncul di atas panggung dan menyapa penggemar dengan kalimat yang menurut Hagar tak pantas, "Hai, senang bertemu kalian. Terima kasih telah membayar tagihan-tagihanku."

"Eddie tampil dengan bertelanjang dada dan rambut kusutnya dikuncir ke atas. Ia betul-betul tak peduli. Suatu ketika, ia bahkan menghancurkan gitar wolfgang kesayangannya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Soal gitar solonya, yang selalu jadi highlight setiap konser kami. Kini tak ada lagi. Banyak penonton yang kecewa karena Eddie hanya memainkan widdle-widdle yang tak jelas arahnya. Ia kini cuma mengandalkan whammy pedalnya, hanya memekakkan telinga," tutur Hagar. (Baca Sebelumnya: Bukan Soal Rangkasbitung, Tetapi Eddie Van Halen dan Warisannya)

Proses kreatif di studio juga sudah tak seperti Van Halen era 90-an lagi. Waktu menulis lagu, Eddie sudah tak bisa berkonsentrasi lagi. Belum selesai dengan gitarnya, ia buru-buru beralih keyboard, mencoba menemukan melodi di kepalanya, tak menghiraukan teman yang lain, namun tak membawa hasil.

Puncaknya, saat Eddie mengamuk di pesawat yang sedang terbang. Ia mengancam akan menghancurkan kaca jendela pesawat dengan botol wine-nya. Hagar mencoba menenangkan Eddie yang duduk di samping pacarnya. Ia mengingatkan tentang pengaruh buruk alkohol. Namun Eddie menjawab dengan ketus, "Tak ada yang bisa menghentikanku. Siapapun. Kau tahu? Aku meninggalkan istri dan anakku karena ini (sambil menunjuk botol wine-nya). Kau pikir aku akan berhenti minum untuk kalian."

Sammy Hagar pun memutuskan keluar, untuk yang kedua kalinya. Kali ini Michael Anthony, bassist Van Halen, juga ikut hengkang.

Seperti kebanyakan rocker lain yang besar di era 70-90 an. Eddie menjadikan alkohol sebagai pelarian, untuk menenangkan diri dari tekanan untuk memberikan musik yang terbaik bagi penggemarnya dan obsesi menjadi musisi nomor satu. Dalam banyak kasus, popularitas dan zat adiktif sering malah membuat seorang superstar terasing dari dunia yang sesungguhnya.

Kepada Rolling Stone Eddie menjelaskan, "Kenapa setiap anggota yang keluar mengklaim bahwa aku telah memecat mereka. Tunggu dulu, bukan aku yang jahat di sini. Lucunya, saat kami main bareng Dave (Lee Roth) lagi, Michael ingin kembali. Aku berkata, "Tidak, kau telah keluar dari band. Anakku (Wolfgang) yang akan menggantikanmu."

Sejak 2007, David Lee Roth resmi bergabung kembali dengan Van Halen. Wolfgang Van Halen, putra Eddie dengan Valerie, masuk menggantikan Michael.


Wolfgang van Halen.(Foto:edgecastcdn)

David sendiri telah memprediksi soal reuninya dengan Van Halen sejak lama, dan mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. "Bagiku ini (reuni Van Halen) tak sesulit membongkar roket. Sesuatu yang sangat sederhana. Selama perasaan sakit hati dan dendam tersimpan, bagaimana? Ini hanyalah showbiz. Jelas aku telah meramalkannya bakal terjadi," kata David kepada Billboard.

Masuknya Wolfgang dalam formasi baru Van Halen, membawa perubahan positif bagi sang ayah. Eddie kini telah menemukan kembali dirinya yang hilang. Bersama Wolfgang, Van Halen telah meluncurkan sebuah album, A Different Kind of Truth.

Pada 30 dan 31 Maret 2015, Van Halen tampil di acara Jimmy Kimmel Live! Saking serunya, acara ini sampai menutup Hollywood Boulevard. Eddie Van Halen tak lagi seperti yang diceritakan Sammy Hagar.  Ia telah pulih. Jari-jarinya masih lincah menari di atas fretboard seperti saat ia memainkan Eruption pertama kali, 37 tahun yang lalu.

Seperti harapan jutaan penggemar Van Halen di seluruh dunia. Masuknya Wolfgang diharapkan menjadi babak baru yang positif bagi Van Halen, seperti musiknya.


Foto: Chris Pizzello/Invision/AP


(AWP)

Video /