Siswa SLB tak Dapat Perlakuan Khusus dalam UN

Roni Kurniawan    •    07 Mei 2015 13:28 WIB
ujian nasional
Siswa SLB tak Dapat Perlakuan Khusus dalam UN
Zaki menderita kelainan berupa lemah otot. Namun, dia tetap harus mengerjakan UN sama seperti siswa-siswa lainnya yang tidak memiliki kekurangan. Foto: Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Hanya satu orang murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Luar Biasa di Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Kota Bandung yang mengikuti Ujian Nasional 2015. Murid tersebut kesulitan saat melingkari lembar jawaban karena keterbatasan gerak tangannya.
 
Zaki Zachari Mulia Hariana, satu-satunya siswa tingkat SMP yang mengikuti UN di SLB YPAC Bandung. Keterbatasan gerak tangan dan kursi roda tidak menyurutkan semangatnya mengikuti UN. Hanya ada dia dan dua guru pengawas yang ada dalam ruangan ujian.

“Cuma ada satu siswa yang mengikuti UN tingkat SMP di sini, yaitu Zaki. Dia mengalami keterbatasan untuk bergerak terutama tanggannya. Dia juga harus menggunakan kursi roda karena tidak bisa berjalan dengan baik,” ujar Basyariah selaku Kepala Sekolah Luar Biasa YPAC Kota Bandung saat ditemui, Kamis (7/4/2015).
 
Menurut dia, siswa tersebut mengalami Dystrophy Muscular Progressive (DPM) yakni kelainan berupa kelemahan otot. Namun, pihak SLB YPAC tidak memberikan perlakuan khusus bagi Zaki. Dia tetap mengerjakan UN sama seperti siswa-siswa lainnya yang tidak memiliki kekurangan.
 
“Dia itu ada kelainan kelemahan otot, makanya agak sulit juga untuk menggerakkan anggota badannya. Tapi dia mengerjakan soal-soal UN sejak hari pertama sampai sekarang secara perlahan-lahan. Pengawas hanya membantu tangan dia untuk ada di atas meja dan memegang pensil. Untuk hal lainnya tidak ada perlakuan khusus untuk dia, termasuk waktu ujian tetap sama yang lain yaitu dua jam. Itu kami lakukan, agar hasilnya murni tidak ada campur tangan dari pihak kami. Kami akan lebih bangga dengan hal itu,” kata dia.

Sementara itu, terkait lembar jawaban yang harus dilingkari, pihak SLB YPAC menyerahkan sepenuhkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung meskipun lembar jawaban tersebut tidak sempurna terlingkari oleh pensil. Akan tetapi, dia berharap pihak Disdik mempunyai penilaian khusus bagi siswa peserta UN yang mengalami kekurangan seperti Zaki.
 
“Kalau untuk lembar jawaban kan nanti diperiksa sama komputer. Otomatis kalau sama komputer keluar dari lingkaran sedikit pun tidak akan terdeteksi. Nah, kita sudah mencoba melakukan koordinasi dengan Dinas mencari solusinya bagi lembar jawaban tersebut. Karena kalau secara daya pikir, dia (Zaki) orang yang mampu (menjawab soal-soal). Ya tapi karena kekurangannya itu, bisa saja dia isi jawabannya keluar dari lingkaran itu,” ujar dia.

 


(BOB)

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

Dukungan Persib untuk Skuat Garuda

2 hours Ago

Dukungan untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga melawan Thailand di partai puncak Piala AFF 2…

BERITA LAINNYA
Video /