SMPN 8 Depok Dinilai Lakukan Maladministrasi

Achmad Zulfikar Fazli    •    07 Mei 2015 16:06 WIB
sekolah
SMPN 8 Depok Dinilai Lakukan Maladministrasi
Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Hendra Nurtjahjo. (Foto: Achmad Zulfikar Fazli)

Metrotvnews.com, Depok: SMP Negeri 8 Depok diduga telah melakukan mal administrasi karena meminta pungutan Rp 1,5 juta kepada orang tua murid untuk acara perpisahan sekolah.
 
Berdasarkan hasil penelusuran Ombudsman, SMPN 8 Depok telah melakukan pungutan uang tanpa adanya transparansi penggunaannya kepada orang tua murid. Ombudsman menduga terjadi maladministrasi.
 
"Tidak ada rincian yang jelas, pengeluaran itu hanya diberikan secara informatif kepada siswa dan orang tua murid. Sudah jelas terjadi maladministrasi, tidak ada transparansi," kata Anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Hendra Nurtjahjo di SMP N 8 Depok, Kompleks PT Timah, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/5/2015).
 
Menurut dia, sekolah telah melanggar prinsip pelayanan publik yang baik, seperti akuntabilitas, kredibiltas serta informatif. Apalagi, pungutan ini hanya dilakukan oleh komite sekolah tanpa sepengetahuan sekolah.
 
"Seharusnya sekolah menginformasikan dengan baik. Tapi itu tidak dilakukan, semuanya diatur oleh bendahara komite sekolah tanpa sepengetahuan bendahara sekolah," ujar dia.
 
Ia mengungkapkan, jika orang tua keberatan, sekolah berkomitmen mengembalikan seluruh uang yang telah diterima. "Sekolah sudah berkomitmen, jika orang tua murid keberatan, semua uang akan dikembalikan,” ujarnya.
 
Sebelumnya, SMPN 8 Depok disebut melakukan pungutan Rp 1,5 juta untuk uang sumbangan siswa yang di antaranya untuk kegiatan perpisahan sekolah. Namun, para orangtua merasa keberatan dengan nilainya yang besar.
 
Selain itu, ada kejangalan dalam rincian anggaran kegiatan yang beredar di kalangan orang tua. Seperti anggaran untuk pembuatan album dan buku tahunan, mencapai Rp 115 juta.
 
Orang tua juga mengaku dibebankan biaya try out yang totalnya puluhan juta rupiah. Ada juga dana sebesar Rp 16 juta untuk pembayaran transport pegawai UN.


(FZN)

Antara Riedl, Indonesia dan Label <i>Runner Up</i>
Piala AFF 2016

Antara Riedl, Indonesia dan Label Runner Up

32 minutes Ago

Sebelumnya sempat ada perjanjian jika Riedl gagal membawa Indonesia juara AFF, kontrak tiga tah…

BERITA LAINNYA
Video /