Tak Hanya MPR yang Harus Sosialisasikan 4 Pilar

Dimas Prasetyaning    •    08 Mei 2015 18:47 WIB
mpr ads
Tak Hanya MPR yang Harus Sosialisasikan 4 Pilar

Metrotvnews.com, Gorontalo: Berdasar UU. No. 17 Tahun 2014, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) diamanahkan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila, UUD'45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Tapi sebetulnya seluruh masyarakat bertanggungjawab ikut mensosialisasikan dan terapkan empat pilar kebangsaan tersebut.

Demikian kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid dalam pembukaan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Kampus I IAIN Sultan Amai, Gorontalo, Jumat (8/5/2015). Sosialisasi yang dibuka oleh Rektor IAIN Sultan Amai, Kasim Yahiji, ini diselenggarakan MPR bersama Jurusan Ilmu Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai, Gorontalo.

"Kegiatan penting ini kami harap bukan cuma dilakukan MPR. Kami punya keterbatasan, anggota MPR juga anggota DPD dan DPR jadi banyak kesibukannya," ujar Hidayat.

Maka setiap kegiatan sosialisasinya, MPR selalu mengajak organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah serta perguruan tinggi. Bukan semata-semata untuk menjadi panitia pelaksana, melainkan mengharapkan para mitra kerjasamanya tersebut kelak turut aktif dalam peran-peran sosialisasi empat pilar kebangsaan di daerah masing-masing.

Bila nilai-nilai Pancasila, UUD '45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI semakin tertanam, maka rasa nasionalisme pasti akan tumbuh dengan sendirinya. Bahkan bisa membentengi generasi muda dari bahaya narkoba serta penyebaran paham yang merusak seperti ISIS.

"Kalau kita tidak tahu dasar-dasar Indonesia, bagaimana kita bisa mencintai Indonesia? Bagaiman kita berbakti kepada bangsa dan negara?" sambung Hidayat.

Di dalam kesempatan itu Hidayat memaparkan bagaimana lahirnya Pancasila. Semua nilai yang terkandung dalam Pansila terbukti selalu aktual dalam berbagai kondisi. 

Di dalam sejarah pengenalan Pancasila, sudah banyak hal yang terjadi. Presiden Soekarno tidak berkenan Pancasila dijadikan azas organisasi masyarakat sebab Pancasila adalah ideologi bangsa dan negara. Sebaliknya oleh Presiden Soeharto, Pancasila dijadikan azas tunggal bahkan sosialisasi yang dilakukan secara indoktrinasi. 

"Saat ini sosialisasikan dengan cara dialogis sesuai segmen peserta. Kalau di tingkat SMA dengan cara lomba cerdas cermat, kalau pada mahasiswa lewat outbound," papar Hidayat.

 


(LHE)

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor
Semifinal Leg 1 Piala AFF 2016: Indonesia vs Vietnam

Kronologi Nihilnya Penjualan Tiket Timnas Indonesia di Markas Persikabo Bogor

1 hour Ago

PSSI dan ketua Panpel laga Indonesia versus Vietnam memberikan penjelasan mengenai pendistribus…

BERITA LAINNYA
Video /