KPK Selisik Kuota Haji untuk Wartawan

Cahya Mulyana    •    08 Mei 2015 19:16 WIB
suryadharma ali
KPK Selisik Kuota Haji untuk Wartawan
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha (MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik penggunaan kuota haji untuk wartawan dan pihak swasta lain yang diduga masuk dalam daftar kuota haji tahun 2012-2013. KPK menduga ada wartawan dan pihak swasta lain yang menikmati kuota haji dari penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan tersangka, Suryadharma Ali.

"Ada saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan dan dikonfirmasi peristiwa pidana tersangka. Salah satunya soal pemanfaatan sisa kuota haji," ujar Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2015).

Menurut Priharsa, KPK meminta kepada saksi tersebut untuk mengumpulkan bukti sisa kuota haji 2012-2013. "Itu yang dikonfirmasi, orang-orang ini dipanggil untuk mengetahui apakah ada sisa kuota," tambahnya.

KPK juga meminta keterangan serupa kepada mantan anak buah Suryadharma ali di PPP seperti Nurendro Sukomo Sigit, Priyantono Oemar Adiprawiro, Isa Muksin Kurdi, Muhamad Ilyas Idris Sadikin, dan Muhamad Iskandar Asri Sulisyani.

Sebelumnya, pada 17 April KPK telah memeriksa 8 orang saksi sama terkait kuota. Itu di antaranya, pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri, Jepara, Jawa Tengah KH. Zainal Umam Amin, Rahayu Sri Rahmawati merupakan Bendahara Umum Fatayat NU dan dan Caswiyono Rusydie Cakrawangsa adalah sekretaris Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah. Kemudian lima saksi swasta lainnya juga diperiksa yakni, Muhammadun Reban Sarirebi, Sutriachol Abdul Haris Rausin, Sugiyanta Rohmat Abdullah, Nurohman Kastuloni Reza, dan Suswrini Suwandi Syawal.

KPK juga pada Senin (13/4) memeriksa mantan staf khusus (stafsus) Suryadharma Ali, Ermalena. Kemudian pada Selasa (14/7) KPK telah memeriksa tujuh saksi di antaranya Ketua I PP Fatayat NU sekaligus mantan calon anggota DPR 2014-2019 dari PKB Dapil DKI Jakarta II Muzaenah Zein Yusuf. Pada Kamis (16/4) penyidik memeriksa Mohammad Yamin Musadi, Ilham Muhammad Thoyib, Andi Suwarko Suyitno, Ruswanto Mad Sapingi, Raguan Ahmad Aljufri, Endro Suswantoro Yahman, dan Sahal Maemun. Dari penelusuran, Endro Suswantoro Yahman merupakan politikus PDIP.

Diketahui, tersangka kasus ini, Suryadharma Ali sudah resmi ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang terletak di Pomdam Jaya, Guntur sejak Jumat (10/4). Itu setelah Suryadharma disangka KPK memanfaatkan pengadaan barang jasa pada anggaran haji tahun 2012-2013 seperti katering, pemondokan, transportasi juga kuota. Kemudian KPK mendapati rentang tahun dugaan korupsi haji itu bertambah yaitu pada 2010-2011 dan pada 24 Desember 2014 kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Pada dua sangkaan korupsi dana haji tahun 2010-2011 dan 2012-2013 KPK telah mensangkaka Suryadharma Ali telah melanggar pasal pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(TII)

Video /