Bahan Baku Impor, Manajemen Indofood Resah Rupiah Melemah

Dian Ihsan Siregar    •    08 Mei 2015 21:59 WIB
indofood
Bahan Baku Impor, Manajemen Indofood Resah Rupiah Melemah
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meresahkan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD yang tidak kunjung stabil. Sebab bahan baku perseroan kebanyakan didatangkan dari impor.

"Laba bersih yang turun di kuartal I-2015 karena depresiasi Rupiah. Kinerja kita tidak terlepas dari keadaan makro, karena kita ini banyak impor, sehingga berpengaruh pada kinerja laba kami di awal tahun," ucap Presiden Direktur Indofood Sukses Makmur Anthoni Salim, ketika ditemui usai RUPS Tahunan perseroan di Gedung Indofood Tower, Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Dia mengakui, perusahaan selama ini mendapatkan bahan baku produksi dari impor. Sebab, tanah di Indonesia belum bisa ditanamkan gandum.

"Jika di Indonesia sudah bisa tanam gandum, kita akan tanam gandum itu dan kita tidak akan impor gandum lagi. Sebagian besar bahan baku kita kebanyakan dari impor," tutur Anthoni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indofood Sukses Makmur membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas menjadi Rp870,1 miliar, atau turun 37,3 persen dari posisi Rp1,39 triliun di kuartal I-2014.

Marjin laba bersih turun menjadi 5,8 persen dari 9,2 persen terutama karena rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebagai akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional tumbuh 11,6 persen menjadi Rp1,05 triliun dari Rp939,9 miliar.

"Memasuki 2015, kondisi makroekonomi domestik masih kurang kondusif. Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan dan nilai tukar rupiah yang masih terus terdepresiasi. Kinerja operasional kami tetap tangguh seperti yang tercermin dalam core profit kami," ungkap Anthoni.

Laba usaha perseroan tumbuh 9,5 persen menjadi Rp1,75 triliun, dari posisi Rp1,60 triliun di akhir Maret 2014. Marjin laba usaha meningkat jadi 11,6 persen dari 10,6 persen di kuartal I-2014. Penjualan neto konsolidasi mencapai Rp15,02 triliun per Maret 2015, angka itu sama dengan periode yang sama di 2014.


(AHL)

"Mesin" Barcelona yang Bisa Hancurkan PSG

1 day Ago

Dani Alves percaya Barcelona memiliki "mesin" yang mampu menghasilkan perubahan menak…

BERITA LAINNYA
Video /