Cadangan Devisa Menyusut, Ini Alasan Gubernur BI

Suci Sedya Utami    •    09 Mei 2015 11:24 WIB
cadangan devisa
Cadangan Devisa Menyusut, Ini Alasan Gubernur BI
GUBERNUR BI (Foto: MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) tak memungkiri bahwa cadangan devisa hingga akhir April 2015 memang mengalami penurunan menjadi USD110,9 miliar dari yang sebelumnya sebesar USD111,6 miliar di akhir Maret 2015.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menjelaskan, menyusutnya cadangan devisa tersebut dikarenakan langkah BI untuk menjaga volatilitas daripada nilai tukar rupiah yang sepanjang April terdepresiasi.

"Artinya, memang karena untuk jaga volatilitas (rupiah)," kata Agus, ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015) malam.

Namun, kata Agus, secara umum pergerakan rupiah hingga Jum'at pagi hanya terdepresiasi enam persen secara year to date. Angka ini lebih kecil dibading depresiasi pada negara emerging market lainnya. "Yang kelihatannya depresiasinya besar year to date adalah Turki 13 persen," terangnya.

Depresiasi tersebut terjadi pun karena market mengikuti proses negosiasi di Yunani dan juga dipengaruhi oleh statement dari Gubernur Bank The Federal Reserve, Janet Yellen. "Ada statement di Janet yellen yang bilang harga-harga saham di AS sudah kemahalan," ujar dia.

Sebelumnya, Yellen mengatakan otoritas moneter Amerika Serikat juga memandang adanya tekanan terhadap surat utang berimbal hasil tinggi. Usai pernyataan tersebut, pasar saham AS melemah setelah sebelumnya tergerus oleh rilis data ketenagakerjaan swasta yang melemah.

Yellen juga menyoroti risiko suku bunga jangka panjang yang akan menanjak saat The Fed melakukan normalisasi kebijakan moneter dengan menaikkan Fed Funds Rate. Hal itu berisiko mengganggu sistem finansial. “Maka dari itu kami berusaha untuk berkomunikasi sejelas mungkin tentang kebijakan moneter sehingga pasar tak terkejut,” tandasnya.


(ABD)

Video /