Beri Grasi 5 Tapol Papua, Jokowi: Untuk Rekonsiliasi

Anggi Hasibuan    •    09 Mei 2015 16:49 WIB
papua
Beri Grasi 5 Tapol Papua, Jokowi: Untuk Rekonsiliasi
Suasana pengumuman pemberian grasi kepada lima tapol di Lapas Abepura, Jayapura. (foto: Anggi)

Metrotvnews.com, Jayapura: Grasi kepada lima tahanan politik di Papua merupakan langkah awal rekonsiliasi dengan simpatisan kelompok separatis. Langkah selanjutnya pemerintah adalah merangkul untuk bersama-sama membangun Papua yang damai.

"Ini adalah upaya sepenuh hati pemerintah menghentikan stigma konflik di Papua. Kita ingin menciptakan Papua yang damai," kata Presiden Jokowi di Lapas Abepura, Jayapura, Sabtu (9/5/2015).

Jokowi tidak membantah bahwa grasi ini dan yang akan datang, adalah 'pesannya' kepada kelompok-kelompok sipil bersenjata dan simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pesan yang ingin disampaikannya adalah niat baik pemerintah mengajak mereka menanggalkan dendam masa lalu, kemudian bersama-sama membangun Papua yang lebih baik dan sejahtera sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran dalam pembangunan tidak harus berarti merekrut mantan anggota kelompok sipil bersenjata dan simpatisan OPM menjadi Pegawai Negeri Sipil. Bukan pula dengan memberi mereka jabatan tertentu dalam ranah politik, jajaran pemerintahan, proyek pembangunan infrastruktur atau badan-badan usaha milik daerah (BUMD).

"Mungkin dengan berkebun dan sebagainya. Ini yang ingin kita lalukan ke depannya. Lupakan yang lalu, jangan ungkit-ungkit terus. Kita ingin menatap masa depan," sambungnya,

"Jangan ada yang menanas-manasin (provokasi untuk lepas dari NKRI -red) lagi lho," wantinya sambil tersenyum. 
 


(LHE)

Video /