Tiga Menteri Ekonomi yang Kena Catatan Serius

Dian Ihsan Siregar    •    09 Mei 2015 17:44 WIB
kabinet kerja
Tiga Menteri Ekonomi yang Kena Catatan Serius
Ekonom Indef Enny Sri Hartati (Foto: MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memandang, setidaknya terdapat tiga menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang harus mendapat catatan serius terkait kinerjanya selama menjabat di pemerintahan.

"Ada beberapa menteri yang patut dapat catatan serius, seperti Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman," ucap Ekonom Indef Enny Sri Hartati, ditemui dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertajuk Menanti Sabda Reshuffle di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (9/5/2015).

Dia menjelaskan, untuk perindustrian hanya tumbuh di bawah empat persen, menteri UMKM tidak ada progres yang jelas, dan menteri pertanian kinerjanya mengalami penurunan. Dengan terlihatnya penurunan kinerja di tiga menteri ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan di level 4,71 persen di kuartal I-2015.

"Perlambatan ekonomi indikator belum maksimalnya kinerja pemerintah. Tepat jika Jokowi lakukan evaluasi terhadap menteri di bidang ekonomi," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kinerja Tim Menteri Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo selama enam bulan ini sangat buruk bila dibandingkan dengan kinerja menteri ekonomi di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kabinet kerja yang tidak baik membuat pertumbuhan ekonomi melambat di kuartal I-2015, kinerjanya SBY lebih baik dari era Jokowi," kata Enny.

Menurut Enny, Tim Ekonomi Jokowi tidak memiliki kalkulasi kebiijakan ekonomi yang tepat, sehingga dampaknya sangat jelas berdampak negatif bagi masyarakat. Transisi pemerintahan SBY ke Jokowi sangatlah berpengaruh bagi perlambatan ekonomi di kuartal I-2015. Tapi, Enny berpandangan masa transisi itu seharusnya sudah bisa diantisipasi sejak awal.

"Tiga bulan pertama terjadi penurunan ekonomi, ada transisi pemerintah, tapi harus diantisipasi. Dari hal itu terlihat ada koordinasi dan leadership yang lemah," tuturnya.

Enny memandang, seharusnya tiga bulan pertama di tahun ini, kinerja kabinet kerja harus memperlihatkan kinerja yang berkualitas, seperti apa yang sudah dijanjikan. Paling tidak sesuai dengan visi Jokowi yang harus adanya perubahan yang cepat.

"Penerimaan negara harus 30 persen, boro-boro naik ini malah turun. Ini disayangkan," pungkasnya


(ABD)

Video /