Menperin Diminta Hidupkan Industri Ikan Biak

Husen Miftahudin    •    09 Mei 2015 19:56 WIB
perikanan
Menperin Diminta Hidupkan Industri Ikan Biak
Menperin Saleh Husin (tengah) berfoto bersama empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yan P Mandenas (ketiga kanan), Wilhemus Pigai (kedua kanan) dan didampingi Tenaga Ahli Menperin, Didi Apriadi. FOTO: Dokumentasi Kemenperin

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat anggota Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) meminta kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin untuk membantu mengaktifkan kembali industri pengalengan ikan di Biak Numfor. Menurut Anggota Komisi 4 bidang Pembangunan DPRP Yan P Mandenas mengakui bahwa industri pengalengan ikan di Biak sudah tak aktif selama 15 tahun.

"Hal ini penting karena demi memanfaatkan potensi alam dan tenaga kerja para nelayan terampil. Perairan Biak yang menghadap langsung Samudera Pasifik kaya dengan potensi ikan tuna," kata Yan usai menemui Saleh di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (9/5/2015).

Ia menambahkan, industri pengalengan ikan yang telah tutup itu sebelumnya dioperasikan oleh PT Biak Mina Jaya. Masyarakat berharap, pemerintah pusat dapat menarik investor baru untuk mengaktifkan perusahaan tersebut.

"Selain itu, kami berharap pemerintah mengembangkan industri pengolahan ikan. Sehingga, para nelayan tidak hanya menghasilkan ikan segar tapi dapat diolah sehingga bernilai tambah," ungkap Yan.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan bantuan peralatan dan infrastruktur listrik. Aliran listrik diperlukan untuk mesin pendingin sehingga ikan tangkapan dapat bertahan lebih lama.

Sementara itu, Menperin Saleh Husin mengapresiasi permintaan anggota DPRP tersebut. Ia memaparkan, potensi Papua yang berada di kawasan timur memang belum banyak tergarap. Industri yang melibatkan warga lokal seperti perikanan dan pertanian menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan.

"Kami akan berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Kami juga terus berkoordinasi secara internal maupun dengan kementerian lainnya agar pengembangan Papua berjalan cepat," pungkas Yan.


(AHL)

Video /