Kurang Rp3 Miliar, Pilkada Bantul Terancam Mundur

Ahmad Mustaqim    •    10 Mei 2015 14:16 WIB
pilkada serentak
Kurang Rp3 Miliar, Pilkada Bantul Terancam Mundur
Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Balai Kartini, Jakarta,

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terancam mundur karena kekurangan dana.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, M. Johan Komara, mengatakan KPU Bantul telah mengajukan dana sebesar Rp18,6 miliar. Namun, dana yang dicadangkan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk pelaksanaan Pilkada hanya Rp15 miliar, dengan rincian Rp13 miliar untuk keperluan KPU dan sisanya untuk Panwaslu.

"Masih ada kekurangan Rp3 miliar lebih. Pembiayaan Pilkada kali ini jadi membengkak. Belum lagi hanya dianggarkan untuk satu putaran," ujar Johan ketika dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (10/5/2015).

Johan menuding membengkaknya pembiayaan pilkada akibat penerapan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. UU tersebut menuntut KPU Kabupaten/Kota membiayai pelaksanaan pilkada mulai dari fasilitas kampanye, debat publik, iklan, serta alat peraga kampanye para calon.

Pihak KPU Bantul kini harus memutar otak untuk mencari kakurangan dana tersebut. Kabar terakhir, 18 Mei 2015 nanti, KPU Bantul dengan Pemerintah Bantul dijadwalkan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang tujuannya menutupi kekurangan dana persiapan pilkada.

Apabila tidak terlaksana, KPU Bantul akan melakukan konsultasi dengan KPU DIY serta KPU Pusat. "Jika tak ada tambahan dana, pilkada Bantul bisa mundur pada 2017 nanti," kata dia.
 


(UWA)

Ini Alasan Boaz Solossa Digantikan Evan Dimas
Indonesia vs Vietnam

Ini Alasan Boaz Solossa Digantikan Evan Dimas

4 hours Ago

Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl punya alasan khusus ketika menggantikan Boaz Solossa di p…

BERITA LAINNYA
Video /