Ruth Sahanaya Rilis Buku Biografi

Dwi Ayu Rochani    •    10 Mei 2015 21:12 WIB
selebritas
Ruth Sahanaya Rilis Buku Biografi
Foto: Ruth Sahanaya / Metrotvnews.com / Dwi Ayu Rohani

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak terasa 30 tahun sudah  Diva Indonesia, Ruth Sahanaya berkarier di dunia tarik suara. Merayakan puncak kesuksesannya, Ruth merilis buku biografi tentang dirinya yang berjudul Tiga Kali Sepuluh (The Unheard Songs).

Buku yang menceritakan semua perihal kehidupannya dari awal pacaran dengan Jeffry Waworuntu hingga perjalanan kariernya sebagai penyanyi, semua ditulis oleh sahabatnya, Tamara Geraldine.

"Ketika suami mengatakan dirinya ingin membuatkan buku biografi tentang saya, awalnya saya tidak pede. Namun dengan dukungan sahabat terdekat dan keluarga , puji syukur buku ini akhirnya jadi dan rilis juga," ucap Ruth Sahanaya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu ( 10/5/2015).

Menunjuk seorang penulis untuk menuliskan cerita kehidupan ke dalam buku tidaklah mudah. Uthe pun tak menyangka jika akhirnya ia memilih Tamara Geraldine sebagai partner dalam menyusun buku biografinya.

"Sebenarnya ada beberapa penulis yang jadi pilihan. Namun setiap kerjaan pasti saya ikut sertakan Tuhan. Ketika saya datang ke ulang tahun teman saya, dan Tamara kasih bukti ke saya hasil menulisnya, dan di situ saya yakin Tamara yang pantas jadi penulisnya," tuturnya.

Meski bukan pertama kali menulis buku biografi, Tamara kerap mengalami kesulitan karena dirinya tak terbiasa menulis buku mengenai biografi apalagi ditambah deadline yang cepat, Tamara pun akhirnya bisa menyelesaikan penulisan buku biografi Uthe dengan tepat waktu.

"Buku ini tingkat kesulitannya tinggi kalau dilihat dari genre, namun saya punya kekuatan menulis cerpen. Saya menulisnya cerita hidup Ruth seperti cerpen," tutur Tamara.

Dalam buku biografi Ruth Sahanaya, terdapat kisah dan cerita-cerita yang sebelumnya tak pernah dimuat media. Hal ini memang disengaja Ruth, Jeffry, dan Tamara, agar buku tersebut mampu menjadi inspasi bagi pembacanya.

"Kita memang sengaja memuat kisah-kisah Ruth yang sama sekali media belum buat, jadi memang saya pun harus membaca dulu klipingan-klipingan kertas yang memang menarik untuk dimasukkan ke dalam bukunya Ruth," tutup Tamara.


(AWP)

Video /