Mensos Kewalahan Berantas Prostitusi di Media Sosial

Anggi Hasibuan, LB Ciputri Hutabarat    •    10 Mei 2015 23:21 WIB
Mensos Kewalahan Berantas Prostitusi di Media Sosial
Tersangka pelaku prostitusi online yang ditangkap Polda Metro Jaya 2012 lalu. Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Manokwari: Bisnis prostitusi yang dikendalikan dari media sosial kian merebak. Cepatnya perputaran informasi di media sosial membuat Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa kewalahan dalam menangani prostitusi online. Walau Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat menghapus secara otomatis (auto-delete), mengawal media sosial tidak semudah membalikan telapak tangan.

"Kalau dari situs (pornografi) sistem yang ada di Kominfo sebenarnya sudah bisa terhapus dengan otomatis. Tapi kalau dari media sosial ini yang terus harus dikawal," kata Menteri Khofifah, Minggu (10/5/2015).

Mengawal media sosial menjadi sulit karena banyaknya akun yang digunakan. Kesulitan menjadi tidak berkurang karena akun bisa dibuat dengan mudah. "Jumlahnya banyak, ribuan. Jam 8 dihapus, jam 10 muncul. Jam 11 dihapus, jam 12 muncul. Selalu seperti itu," kata dia.

Khofifah menjelaskan, selama ini Kemensos telah menyiapkan banyak program penanggulangan prostitusi. Salah satunya program Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) bagi eks-PSK yang nantinya diharapkan bekerja secara produktif.

"Kemensos sudah menyiapkan panti rehab PSKW di Pasar Rebo ada trainingnya. Kalau mereka selesai training ada usaha biaya produksinya 3 juta. Begitu pula kalau ada penutupan lokalisasi akan kami siapkan transportasi pulang biaya produksinya juga," paparnya.

Sebelumnya, bisnis prostitusi menjadi ramai diperbincangkan lantaran kasus Dedeuh yang dibunuh pelanggannya dan penangkapan mucikari yang menjajakan 'koleksinya' melalui media sosial. Ditambah lagi bisnis prostitusi kelas atas yang baru-baru ini dicokok oleh Polres Jakarta Selatan dengan tersangka berinisial RA dan saksi AA.
(SUR)

7 Sebab PSG Bisa Atasi Celtic dengan Mudah
Jelang PGS vs Celtic

7 Sebab PSG Bisa Atasi Celtic dengan Mudah

1 hour Ago

Paris Saint-Germain punya kans lebih besar untuk membantai wakil Skotlandia itu Parc des P…

BERITA LAINNYA
Video /