Terbukti Suap Akil, Bonaran Situmeang Divonis 4 Tahun

Renatha Swasty    •    11 Mei 2015 18:40 WIB
suap mk
Terbukti Suap Akil, Bonaran Situmeang Divonis 4 Tahun
Bonaran Situmeang. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Bupati nonaktif Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang divonis empat tahun dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Bonaran terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (kini mantan ketua dan berstatus terpidana).

"Terdakwa Raja Bonaran Situmeang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 6 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Much Muhlis saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Bonaran, kata Hakim, terbukti memberikan uang sejumlah Rp1,8 miliar kepada Akil Mochtar. Suap bertujuan untuk memengaruhi Akil yang ikut dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) sengketa Pilkada Bupati Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi.

"Meski M Akil Mochtar bukan sebagai hakim panel dalam sengketa Pemilukada Tapanuli Tengah di MK, namun M Akil Mochtar ikut mengadili dan memutus dalam perkara permohonan hasil Pemilukada Tapanuli Tengah di Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH)," jelas hakim.

Adapun, lanjut hakim, uang kepada Akil diberikan melalui Bachtiar Ahmad sibarani, Hetbin Sibarani dan Subur Efendi.

"Dari rangkaian hukum di atas, uang Rp1,8 miliar kepada M Akil Mochtar ditujukan agar, M Akil Mochtar yang ikut dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH), menolak gugatan pemohon dan tidak mengulang pilkada Tapanuli Tengah. Sehingga unsur menyuap hakim terpenuhi," pungkas hakim Muchlis.

Hal yang memberatkan Bonaran karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan KKN,

Perbuatan Bonaran selaku bupati yang berlatar belakang pengacara atau advokat tidak memberikan contoh yang baik kepada masyrakat dalam hal penegakan hukum yang bebas berkeadilan dan tidak pernah memihak.

"Hal hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, bersikap kooperatif dan menghormati jalannya persidangan, terdakwa pencari nafkah dalam keluarga dan terdakwa sudah berjasa memajukan Kabupaten Tapanuli Tengah," pungkas hakim.

Terkait putusan itu, Bonaran dan kuasa hukumnya belum memutuskan langkah hukum yang bakal ditempuh. "Pikir-pikir yang mulia," kata Bonaran.


(KRI)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /