KPK Jangan Gegabah Rekrut Prajurit TNI

Cahya Mulyana    •    11 Mei 2015 19:11 WIB
KPK Jangan Gegabah Rekrut Prajurit TNI
KPK. Foto: Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK diminta tidak gegabah dalam wacana melibatkan TNI untuk penyidik. Pasalnya, hal itu di luar fungsi dan bisa membuka peluang bagi TNI masuk ranah sosial politik.

"Jangan menarik TNI ke ranah di luar tugasnya, karena itu dapat membuka jalan bagi masuknya kembali militer ke ranah sosial politik," tegas Direktur Eksekutif Saful Muzani Research and Consulting, Djayadi Hanan saat dihubungi, Senin (11/5/2015).

Ia menjelaskan, TNI merupakan garda terdepan untuk menjaga keamanan negara dari ancaman dari luar negeri. Itu merupakan pesan dari reformasi 1998. Dengan demikian, KPK sebaiknya berpikir ulang dan melihat konsekuensi yang bisa timbul.

"TNI itu tugasnya keamanan negara, terutama terkait ancaman dari luar. Jadi KPK sebaiknya diselesaikan oleh penegak hukum sipil," ujarnya.

Sementara itu Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki menyatakan rekrutmen TNI tidak untuk posisi strategis seperti penyidik. Selain itu prajurit yang nantinya bekerja untuk KPK harus nonaktif dari TNI.

"(Kata Panglima TNI, Jenderal Moeldoko) TNI bisa bantu seperti untuk Sekjen KPK jika kosong dan sekarangkan masih terisi. Saya bilang itu bisa saja kalau kosong dan kalau cocok kompetensinya. Sebab saya pikir tidak ada salahnya kalau diisi oleh TNI yang bergabung dengan KPK. Namun tentu lewat seleksi yang sama dengan yang lain dan kalau itu terjadi tentu harus alih status menjadi PNS karena TNI (aktif) kan tidak bisa bertugas di instansi luar seperti KPK," ungkapnya.

Ruki menjelaskan, yang dimaksud Panglima TNI Jenderal Moeldoko itu pihak TNI bisa membantu kekurangan Sumber Daya Manusia yang dialami KPK. Itu seperti Sekretaris Jenderal dan posisi menyangkut keamanan seperti Direktur Penyidikan, anggota Kesekjenan dan Biro Hukum.

"Sebab posisi mereka akan kosong karena mereka akan kembali ke Kejaksaan Agung dalm rangka  pendidikan di Lemhanas. Juga Deputi pencegahan karen pak Johan (Budi) jadi Pimpinan KPK. Namun jelasnya, posisi-posisi tersebut sudah ditawarkan kepada pihak sipil seperti universitas, lembaga penegak hukum, kementerian, dan publik. Itu lihat saja di web KPK," pungkasnya.
(KRI)

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco
Bursa Transfer Pemain

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco

10 hours Ago

Manchester United tampaknya mulai menyerah mengejar winger Inter Milan Ivan Perisic. Teranyar, …

BERITA LAINNYA
Video /