Mojokerto Tak Mau Kecolongan Praktik Prostitusi Berkedok Rumah Kos

Nurul Hidayat    •    11 Mei 2015 19:33 WIB
prostitusi
Mojokerto Tak Mau Kecolongan Praktik Prostitusi Berkedok Rumah Kos
Warung esek-esek di Mojokerto dirazia, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur, tak mau kecolongan praktik prostitusi berkedok rumah kos. Pemkot pun memantau keberadaan rumah kos di kota tersebut.

"Upaya peningkatan kontrol sosial akan kami giatkan, dengan cara memberikan penyuluhan dan imbauan kepada aparatur desa maupun kelurahan yang mana diwilayahnya terdapat banyak tempat kos," kata Kepala bagian humas dan protokol Kota Mojokerto, Heryanan Dodik Murtono, Senin (11/5/2015).

Dodik menambahkan jika di beberapa kelurahan terdapat tempat kos yang dijadikan sebagai 'rumah kedua' bagi para pekerja pabrik maupun di tempat hiburan. Beberapa daerah yang banyak tempat kos meliputi Kelurahan Kranggan, Panggreman, Kelurahan Meri, serta kawasan Gedang Klutuk menjadi sentra kos.

"Pengoptimalan perda juga kita lakukan yakni perda nomor 10 tahun 2010 berisi tentang Setiap bisnis rumah kos dengan minimal 10 unit kamar dikenakan pajak 5 persen dari total pendapatan, tapi yang terpenting adalah adanya kontrol sosial dari masyarakat sekitar tempat kos tersebut dan aparatur desa harus juga terus memantau keberadaan tempat kos yang ada di wilayahnya," pungkasnya.

Pengoptimalan kontrol sosial terhadap tempat kos yang ada di Kota Mojokerto guna mencegah terjadinya tempat kos yang dijadikan ajang mesum bagi penghuninya serta dijadikan tempat prostitusi terselubung.


(RRN)

Dani Alves Resmi Tinggalkan Juventus

Dani Alves Resmi Tinggalkan Juventus

4 hours Ago

Bek asal brasil Dani Alves resmi berpisah dengan Juventus. Alves  pun menyampikan ucapan s…

BERITA LAINNYA
Video /