Polisi Pertimbangkan Jerat RA dengan UU ITE dan Perdagangan Orang

Meilikhah    •    12 Mei 2015 13:27 WIB
prostitusi onlineprostitusi artis
Polisi Pertimbangkan Jerat RA dengan UU ITE dan Perdagangan Orang
AKBP Audie Latuheru (kanan). Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menjerat RA, tersangka kasus dugaan mucikari prostitusi kalangan artis, dengan Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP. Polisi kini tengah memikirkan tambahan pasal.  

"Nanti dalam proses penyidikan terjadi unsur atau pasal lain bisa kita jerat. Taruhlah UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), begitupun UU Perdagangan Orang," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015).

Menurut Audie, RA sejauh ini baru dapat dikenakan pasal tentang mucikari. Sementara pelanggaran lainnya tengah dilakukan pendalaman. Termasuk apakah dalam melancarkan aksinya RA menjajakan anak asuhnya secara online.

"Pelanggan mengenal RA atau sebaliknya dari mulut ke mulut, Whatsapp ke Whatsapp, BBM ke BBM. Kalau dia majang foto-foto bisa kita jerat itu (UU ITE), tapi dia enggak begitu," jelas Audie.

Seperti diketahui, jajaran Polres Jakarta Selatan menangkap mucikari RA bersama anak asuhnya AA di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan. Polisi menangkap RA dan AA dalam operasi penyamaran.

Tak tanggung-tanggung, anak asuh RA dibanderol Rp80 juta hingga Rp200 juta untuk sekali kencan selama tiga jam. Pelanggan RA pun tak sembarangan, ia hanya menyediakan anak asuhnya untuk kalangan berkantong tebal.


(KRI)

Shaqiri Tepis Rumor Pindah ke Roma
Isu Bursa Transfer Pemain

Shaqiri Tepis Rumor Pindah ke Roma

8 hours Ago

Mendengar kabar ketertarikan AS Roma, Shaqiri mencoba untuk menjawab dengan santai. Ia mengaku …

BERITA LAINNYA
Video /