Polisi Bekuk 30 WN Tiongkok di Jakarta Utara

Aedy azeza ulfi    •    12 Mei 2015 14:30 WIB
wna
Polisi Bekuk 30 WN Tiongkok di Jakarta Utara
Ilustrasi--MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi membekuk 30 orang tersebut di Ruko Elang Laut Jalan Bouleard, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, tadi malam. Mereka diduga melakukan operasi penipuan di Jakarta Utara.

"Mereka lakukan tindak pidana di negara meraka. Lokasi pusat tempat operasi di Jakarta ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, Selasa (12/5/2015).

Ia mengatakan, 30 warga Tiongkok ini hanya menggunakan tempat operasi di Jakarta. Mereka mengincar korban adalah warga Tiongkok. "Mereka dapatkan data korban di Tiongkok. Server ada di sini (Jakarta), pengolahan datanya di sini, dan pusat operasi juga di sini," paparnya.

Heru menyebutkan, belum ada korban yang dari Indonesia dilihat dari para pelaku yang hanya dapat gunakan bahasa Tiongkok. "Belum ada korban di Indonesia. Kemungkinannya kecil, karena kesulitan bahasa. Mereka tidak bisa bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris," jelas Heru.

Modus operasi mereka, kata Heru, masuk indikasi Cyber Crime, penipuan dengan gunakan kartu kredit. "Modus operasi, mereka telepon korban dengan mengaku sebagai polisi dan minta kirim sejumlah uang, atau jika sudah ada nomer kartu dari Tiongkok, mereka mengolah data supaya pemegang kartu seolah lakukan transaksi jual beli" jelasnya.

Operasi penipuan seperti ini, tutur Heru, sering dijumpai di Indonesia. Pihak kepolisian pun sering lakukan penangkapan terhadap operasi semacam ini.

"Yang menjadi uniknya, pelakunya adalah Warga Tiongkok dan sengaja lakukan operasi di Jakarta, karena server ada di sini," pungkasnya.

Sanksi terhadap penipuan ini masih perlu didalami kepolisian karena berkaitan dengan keimigrasian. Barang bukti yang disita, pesawat telepon, kartu kredit, tab, printer, pas foto, dompet, handphone, laptop, kalkulator, kertas struk, mesin gesek ATM, modem, CPU, kabel, sejumlah dokumen, flash disk, pasport, dan alat perekam.


(YDH)

Video /