Tips Aman Berkendara

Kecelakaan Beruntun di Tol, Jangan Lengah dan Tetap Waspada

Ekawan Raharja    •    12 Mei 2015 14:44 WIB
lalu lintas
Kecelakaan Beruntun di Tol, Jangan Lengah dan Tetap Waspada
Kecelakaan di jalan tol, biasanya disebabkan tingkat kewaspadaan rendah. Ilustrasi: Dok MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pagi tadi, 12 Mei, terjadi kecelakaan beruntun di Tol Cikampek arah Jakarta pada kilometer 52. Kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan besar mengakibatkan enam orang tewas dengan empat belas orang luka.

Jusri Pulubuhu, HSE dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), memberikan pandangan bahwa jalan tol jauh lebih berbahaya dari jalan di manapun. Kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan di sana menjadi penyebab jalan tol menjadi tempat yang paling tinggi kemungkinan untuk terjadi kecelakaan.

"Jalan tol itu lebih bahaya dari pada jalan raya atau di jalan antar provinsi. Kondisi yang monoton dan kecepatan yang tinggi membuat kemungkinan terjadinya kecelakaan pun juga tinggi," jelas Jusri Pulubuhu pada hari Selasa, 12 Mei, saat dihubungi melalui telepon.

Ketika ditanyai mengenai penyebab kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan besar, Jusri memperkirakan kondisi supir tidak dalam kondisi prima untuk berkendara. Keadaan monoton, kondisi fisik yang sudah lelah pasca berkendara antar kota, dan kecepatan yang konstan membuat psikologi pengendara menurunkan tingkat kewaspadaan berkendara. Berbeda dengan kondisi lalu lintas yang ramai, stop and go, membuat para pengendara lebih awas dalam berkendara.

"Untuk meminimalisir kecelakaan di jalan, Jusri menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berkendara, terutama di jalan tol. Pertama tertib dalam berkendara. Hal ini dilakukan karena menurutnya hampir di setiap kecelakaan terjadi karena terjadi pelanggaran sebelumnya," saran Jusri.

"Kemudian hal yang harus diperhatikan adalah kondisi kendaraan harus siap jalan. Sebelum jalan sebaiknya kelengkapan lampu, tekanan angin, kondisi mesin, dan berbagai bagian lainnya diperiksa dan dipastikan layak jalan."

Kondisi pengendara pun ketika berkendara haruslah dalam kondisi prima. Jusri menekankan jika kondisi pengendara sudah letih, harus segera beristirahat di rest area terdekat dan jangan memaksakan berkendara dalam kondisi letih.

"Tidak terlupa pula teknik berkendara pun harus dikuasai secara benar. Selama ini di Indonesia para pengendara di Indonesia bisa berkendara karena terbiasa, bukan karena kompetensinya. Hal ini yang membuat banyak para pengendara tidak terlalu menguasai cara berkendara yang baik dan benar," klaimnya.

Hal terakhir yang harus diperhatikan ketika berkendara adalah rasa empati. Para pengendara harus berempati dengan para pengendara lain seperti ketika macet maka antri di jalur yang sudah disediakan, jika berkendara dalam kondisi lambat maka berada di jalur lambat, serta tertib berlalu lintas.


(UDA)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /