Pengamat: Minim Menteri Jokowi Paham Ekonomi Makro

Suci Sedya Utami    •    12 Mei 2015 14:56 WIB
kabinet kerja
Pengamat: Minim Menteri Jokowi Paham Ekonomi Makro
Agustinus Prasetyantoko (Foto terbit/SUSANTO )

Metrotvnews.com, Jakarta: Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kuartal I-2015 dengan hanya membukukan realisasi sebesar 4,71 persen pada dasarnya berasal dari tidak optimalnya kinerja Menteri Ekonomi Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ekonom dari Universitas Atmajaya Agustinus Prasetyantoko menilai, perlu ada perombakan dalam struktur kementerian bidang perekonomian Kabinet Kerja Jokowi. Dirinya menilai, dalam kabinet yang sekarang ini sangat jarang menteri yang mengerti tentang ekonomi dari sisi makro.

"Itu perlu di-improve, ditambah orang-orang yang mengerti makro," kata Pras, biasa dirinya disapa, ditemui di Kantor Pusat BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015).

Menurutnya, saat ini menteri ekonomi yang benar-benar mengerti sisi makro hanyalah Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, sedangkan yang lainnya tidak paham soal ekonomi makro. "Yang lain-lain bisa dirombak dan digeser. Tidak harus dikeluarkan dari kabinet, namun digeser saja yang cocok dengan bidangnya," ujarnya.

Kendati demikian, dirinya tak memungkiri bahwa reshuffle ini tergantung prosesnya, apakah nantinya dengan di-reshuffle malah akan membuat kegaduhan yang berarti tidak ada perubahan, atau memang mampu menjadi solusi agar kinerja pemerintahan lebih baik.

"Kalau dilakukan secara tenang itu akan meningkatkan confidence. Lalu digantinya benar atau tidak. Jangan sampai yang digantikan malah yang kompeten. Jadi, kita maunya ditangani profesional sehingga kebijakannya benar," pungkasnya.


(ABD)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /