Periksa 6 Saksi, Bareskrim Incar Tersangka Lain di Kasus TPPI

Meilikhah    •    12 Mei 2015 14:57 WIB
korupsi migas
Periksa 6 Saksi, Bareskrim Incar Tersangka Lain di Kasus TPPI
Dirtipideksus Brigjen Pol Viktor E Simanjuntak----Metrotvnews.com/farah

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terus mengusut kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam penjualan kondensat bagian negara yang melibatkan SKK Migas dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI). Penyidik memanggil enam saksi terkait kasus tersebut.

"Ada jadwal pemeriksaan hari ini, enam orang yang diperiksa," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E. Simanjuntak, di Gedung Bareskrim Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (11/5/2015).

Victor menyebut keenam saksi terdiri dari dua pejabat PT TPPI, tiga pejabat SKK Migas dan seorang dari Kementerian Keuangan. Identitas enam saksi ini masih disembunyikan.

Lelaki berbadan kurus itu menjelaskan, materi pemeriksaan hanya seputar kewenangan dan prosedur penjualan kondensat. "Ini kan baru pemeriksaan pertama. Jadi baru mengorek soal apa jabatan dia, wewenangnya apa, bagaimana proses penunjukan, pembuatan dokumen dalam penjualan kondensat," jelas Victor.

Sejauh ini, sudah ada tiga tersangka dalam kasus tersebut yakni DYH, HW, dan RP. RP adalah mantan Kepala SKK Migas. Bareskrim pun membuka peluang ada tersangka lain dalam kasus tersebut.

"Makanya kita harus cari kemungkinan-kemungkinan itu. Kan itu dari keterangan saksi-saksi itu kita baru lihat apakah ada tersangka lainnya atau tidak. Yang jelas, kami tidak mau diam di tiga tersangka itu saja. Kita harus kembangkan agar kasus ini terungkap," tegas dia.

Dalam penanganan kasus, penyidik sudah menggeledah kantor PT TPPI dan kantor SKK Migas. Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting.

Kasus bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' SKK Migas ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(TII)

7 Sebab PSG Bisa Atasi Celtic dengan Mudah
Jelang PGS vs Celtic

7 Sebab PSG Bisa Atasi Celtic dengan Mudah

1 hour Ago

Paris Saint-Germain punya kans lebih besar untuk membantai wakil Skotlandia itu Parc des P…

BERITA LAINNYA
Video /