Di Tengah Sanksi Barat, WNI Aman Tinggal di Rusia

Fajar Nugraha    •    12 Mei 2015 18:27 WIB
indonesia-rusia
Di Tengah Sanksi Barat, WNI Aman Tinggal di Rusia
Konsul Kehormatan RI Dr Valeriy A.Radchenko, beserta wakil KBRI Moskow dan masyarakat Indonesia di St Petersburg, Rusia. (Photo: KBRI Moscow)

Metrotvnews.com, Moskow: Meski tengah dibombardir berbagai sanksi ekonomi oleh Barat, dampak sanksi di Rusia nampaknya tidak terlalu menyentuh sektor jasa spa yang banyak mempekerjakan terapis asal Indonesia. Akibatnya, tidak ada terapis Indonesia yang di PHK. 

Begitu pula di dunia pendidikan, beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di St.Petersburg juga tidak mengalami hambatan berarti. Fakta ini didapat Koordinator Fungsi Protokol Konsuler KBRI Moskow Kiki Tjahjo Kusprabowo dan Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya Darmawan Suparno saat mengadakan acara ramah tamah dengan 30 WNI di kota St. Petersburg awal Mei lalu yang dihadiri pula oleh Konsul Kehormatan RI di St. Petersburg Dr. Valery A. Radchenko, 

"Pertemuan ini adalah pelaksanaan amanat UUD 45 mengenai tujuan untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia, oleh karenanya KBRI Moskow melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Kekonsuleran dan bertatap muka langsung dengan WNI," ujar Kiki Kusprabowo.

Selama kegiatan sosialisasi, dipaparkan berbagai aturan hukum di bidang kekonsuleran baik yang berlaku di Indonesia maupun di Rusia, case study masalah yang dialami WNI di Rusia, dan sharing pengalaman di antara para peserta.

Sesuai catatan KBRI Moskow, jumlah masyarakat Indonesia di St.Petersburg adalah 52 orang, sebagian besar (36 orang) bekerja sebagai Spa Therapist di Spa Terapy "7Krasok" dan "Thai Way" serta sisanya adalah mahasiswa dan masyarakat Indonesia (seperti rohaniawan dsb).

Menyinggung mengenai keberadaan terapis Indonesia di St. Petersburg, manager spa salon "7 Krasok" Nana Tamazovna Teimurazishili mengatakan jasa terapi di Rusia cukup populer karena layanan ini dianggap sebagai pengobatan alternatif dan dikelola secara modern dan professional. 

"Dapat dikatakan industri spa salon tidak mengenal resesi karena demand cenderung stabil bahkan meningkat karena mungkin banyak orang perlu relaksasi di masa krisis ini," ujar Nina

Pernyataan Nina diamini Ni Luh Putu Sasriyani (45 tahun), terapis asal Gianyar yang sudah bekerja 8 tahun di "7 Krasok" seraya menambahkan bahwa dirinya dan teman-teman lain mengirimkan 7,5 - 10 juta perbulan ke kampung. Manajemen spa menyediakan asrama, tunjangan beras dan uang kesehatan.

Paspor, visa dan ijin tinggal di Rusia beres diurus resmi oleh kantor. Setiap tahun para terapis berhak cuti dengan tanggungan kantor. Mereka menilai, tanggung jawab dan perlakuan yang baik dari manajemen kepada pekerja membuat pekerja kerasan.

"Kami merasa nyaman dan aman bekerja di sini karena legalitas kita bekerja di sini terjamin oleh manajemen," ujar Ni Luh Putu.

Mahasiswa pun Kerasan
 
Sementara itu dalam acara ramah tamah di restoran "Ni Hao" tersebut juga hadir 10 mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya. Berbagai pertanyaan diajukan mahasiswa seputar legalisasi dan penyetaraan ijazah, beasiswa LPDP, penyelenggaraan kegiatan sosial budaya, dsb. Atas pertanyaan tersebut, Koordinator Fungsi Pensosbud Darmawan Suparno menjelaskan bahwa KBRI senantiasa terbuka dan siap membantu apapun persoalan yang dihadapi mahasiswa selama merantau.

"Pesan saya yang pokok adalah agar kalian mematuhi peraturan setempat, tekun belajar dan jangan sampai terlibat dengan kegiatan-kegiatan politik atau ekstrimisme di Rusia yang dapat mengganggu study kalian," ujar Darmawan.
 
Salah seorang mahasiswa, Denis Ardianto yang tengah menekuni spesialisasi kedokteran, menyatakan sejauh ini dirinya tidak pernah mengalami masalah selama belajar di St. Petersburg karena masyarakat Rusia sangat ramah dan penolong.

"Karena komunitas mahasiswa di sini sedikit, kami menjadi kompak pak. Selain itu Konsul Kehormatan RI Pak Radchenko selalu penuh perhatian kepada mahasiswa jika menghadapi permasalahan," ujar Denis yang juga ketua Permira (PersatuanMahasiwa Indonesia di Rusia) St Pertersburg.

Dr Valeriy A Radchenko yang sudah lebih10 tahun menjabat Konsul Kehormatan RI di St. Petersburg menanggapi pujian tersebut dengan mengatakan dirinya senantiasa gembira berinteraksi dengan WNI karena WNI di St. Petersburg.

"Warga Indonesia di St. Petersburg, baik mahasiswa, terapis atau lainnya merupakan warga asing yang sangat sopan, ramah dan patuh terhadap peraturan-peraturan di Rusia. Belum pernah ada WNI yang melanggar hukum di sini," ujar Valery Radchenko. (Sumber: KBRI Moskow)


(WIL)

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

2 hours Ago

Juventus selangkah lagi mendapatkan striker muda Republik Ceko Patrik Schick dan turut mendapat…

BERITA LAINNYA
Video /