Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu dengan Modus Dibungkus Permen

K. Yudha Wirakusuma    •    13 Mei 2015 10:43 WIB
narkoba
Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu dengan Modus Dibungkus Permen
Ilustrasi--Antara/Lucky R

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pengedar narkoba menggunakan berbagai cara untuk mengelabui polisi. Setelah kue dan coklat yang mengandung ganja, kali ini narkoba jenis sabu disembunyikan dengan cara dibungkus permen.

Satu bungkus permen yang berisi sabu ini dijual dengan harga Rp800 ribu. Dari tangan tersangka, polisi menyita 25 gram sabu siap edar.

Berdasarkan informasi yang disitat dari situs Humas Polda Metro Jaya, polisi meringkus 3 tersangka di tempat berbeda. Polisi sebelumnya menangkap pengedar berinisial BLY di lobi Hotel berinisial OR pada Sabtu 9 Mei lalu , sekitar pukul 01.30 WIB.

Dari penangkapan BLY, petugas kemudian mengembangkan kasus dan berhasil menangkap dua pengedar lainnya. Keduanya yaitu M alias A, 34, warga Jalan Budi Mulia Nomor 16 RT 06/05 Pedemangan Barat, Pedemangan Jakarta Utara dan EAA, 34 tahun, warga Jalan Mandor IV Nomor 3 RT 11/05 Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"M alias A dan EAA yang berperan sebagai tangan kedua dalam peredaran narkoba dalam kemasan permen ini. Keduanya pun kami tangkap bersamaan tanpa perlawanan pada hari yang sama," kata Kapolsek Metro Sawah Besar, Kompol Ronald A Purba, Selasa (12/5/2015).

Kedua tersangka tersebut, lanjutnya, ditangkap bersamaan saat berada di kamar nomor 19 BA Apartemen Green Bay yang berada di Jalan Pluit Karang Ayu Nomor 1, Pluit, Jakarta Utara. Hasilnya, sebanyak 25 paket shabu dalam permen seberat 25 gram serta 95 butir narkoba jenis H-5 pun berhasil diamankan pihaknya.

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, diketahui seluruh barang haram tersebut didapatkan dari BLY dan seorang bandar besar berinisial J yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rencananya, narkoba tersebut akan diedarkan keduanya di Apartemen Green Bay dengan harga Rp800.000 per paket shabu berisi 0,5 gram, dan seharga Rp 200.000 per butir H-5.

"Peredaran narkoba dalam kemasan permen ini jelas sangat mengkhawatirkan, karena sekilas bentuk fisik kemasan permen tidak berubah, tapi bila disentuh terasa ada kemasan plastik di dalamnya. Karena itu, anggota kini semakin waspada, apabila menemukan hal serupa, pemeriksaan akan dilakukan secara penuh," jelasnya.

Guna pengembangan lebih lanjut, pihaknya kini memeriksa intensif ketiga tersangka. Ketiganya akan dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


(YDH)

Video /