Gencatan Senjata Dimulai, Yaman Menanti Bantuan Kemanusiaan

Willy Haryono    •    13 Mei 2015 12:17 WIB
konflik yaman
Gencatan Senjata Dimulai, Yaman Menanti Bantuan Kemanusiaan
Asap terlihat dari gudang senjata yang digempur koalisi Arab di Gunung Noqum, Yaman, Senin (11/5/2015). AFP / MOHAMMED HUWAIS

Metrotvnews.com, Sanaa: Gencatan senjata kemanusiaan sudah diterapka di Yaman, Selasa (12/5/2015) malam, setelah gempuran koalisi Arab terhadap pemberontak Houthi terjadi selama lebih kurang 24 jam. 

Beberapa saat setelah gencatan senjata berlaku, suara tembakan di kota Aden perlahan menghilang. Wilayah Lahj dan Abyan di selatan Yaman juga relatif tenang. 

Menurut laporan saksi mata, seperti dikutip AFP, pemberontak Houthi bergerak ke arah Marib, dekat ibu kota Sanaa, dan Dhaleh. Sanaa menjadi hening sekitar satu jam setelah gencatan senjata dimulai. 

Jeda kemanusiaan selama lima hari ini bertujuan memberikan akses untuk masuknya bantuan darurat kepada warga Yaman. 

Koalisi Arab menegaskan siap menggempur kembali jika Houthi melanggar perjanjian. 

"Kami berkomitmen terhadap gencatan senjata ini. Kami siap bereaksi jika ada pelanggaran. Jika mereka (Houthi) tidak menghormati ini, kami akan melanjutkan (serangan)," ungkap juru bicara koalisi Arab Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri.



(WIL)

Video /