Tak Paham Isi Dakwaan, Penasihat Hukum WK Salahkan KPK

Yogi Bayu Aji    •    13 Mei 2015 14:55 WIB
waryono karno
Tak Paham Isi Dakwaan, Penasihat Hukum WK Salahkan KPK
Waryono karno -- MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim penasihat hukum mantan Sekretaris Jenderal Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno menuding dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak jelas. Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum menilai ada yang kurang dalam dakwaan terhadap Waryono.

"Dalam Pasal 143 Ayat (3) KUHAP, dinyatakan konsekuensi dari surat dakwaan yang tidak menguraikan secara cermat, jelas, dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan menjadi batal demi hukum," kata Wahyu Ari Wibowo salah satu penasihat hukum Waryono saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015).

Wahyu menerangkan, pihaknya tak mengerti isi dakwaan. Tim kuasa hukum menyalahkan KPK lantaran dianggap merugikan kliennya untuk membela diri. Dia mencontohkan, penggunaan Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk menjerat terdakwa.

Tapi, kata Wahyu, JPU KPK tidak menuliskan secara lengkap mengenai tindakan terdakwa yang dianggap memenuhi unsur-unsur pasal itu. "Jaksa yang menjelaskan siapa yang memberikan gratifikasi, kapan diberikan, dan untuk kepentingan apa pemberian tersebut, dan hal mana yang dianggap berhubungan dengan jabatan dan berlawan dengan tugas terdakwa," sebut dia.

Karena itu, tim hukum Waryono meminta Majelis Hakim menerima eksepsi terdakwa Waryono. Hakim juga diminta menyatakan surat dakwaan atas nama terdakwa Waryono Karno batal demi hukum atau tidak dapat diterima.

Sidang ini masih akan berlanjut pada Senin 18 Mei besok. Agenda sidang itu adalah mendengarkan tanggapan jaksa atas nota keberatan penasihat hukum Waryono.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno didakwa menerima gratifikasi sebesar USD284.862 dan USD50 ribu. Waryono menyebut duit datang dari Tuhan. Tak hanya itu, Waryono juga didakwa melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp11,124 miliar.


(TII)

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

Sejumlah Transfer Pemain di Liga Eropa

2 hours Ago

Juventus selangkah lagi mendapatkan striker muda Republik Ceko Patrik Schick dan turut mendapat…

BERITA LAINNYA
Video /