Panti Pijat Laris Manis di Kongres Demokrat

Amaluddin    •    13 Mei 2015 15:29 WIB
kongres partai demokrat
Panti Pijat Laris Manis di Kongres Demokrat
Ilustrasi razia panti pijat. Foto: Antara/Muhammad Deffa

Metrotvnews.com, Surabaya: Kongres IV Partai Demokrat (PD) ternyata membawa keberuntungan tersendiri bagi panti pijat di sekitar tempat acara. 

Lokasi kongres yang berada di hotel Shangri-La, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, ini bersebalahan dengan panti pijat Darmo Park.

Pantauan Metrotvnews.com, puluhan panti pijat yang berjejer di sana banyak disinggahi mobil dan orang-orang yang beratribut Partai Demokrat.  

"Sejak ada kongres ini lumayan naik mas pengunjungnya. Ini terjadi sejak dua hari yang lalu," kata pria yang akrab disapa Abah, pemilik salah satu panti pijat, di Kawasan Darmo Park, Surabaya, Rabu (13/5/2015).

Abah mengatakan, sehari yang lalu ada seorang yang mengenakan atribut partai Demokrat mampir ke tempat ini. Dia dan bersama rekannya, sekitar tiga orang, datang menumpang mandi.

"Meraka datang mau numpang mandi. Saya tunjukkin untuk mandi di pemandian umum. Tapi mereka nggak mau, mintanya pengen numpang mandi disini. Terus saya saranin, kalau di sini mending pijat dulu nanti setelah pijat bisa mandi sepuasnya dan mereka mau semua," cerita Abah.

Panti pijak di Kawasan Darmo Park terkenal dengan pemijat atau terapisnya yang cantik dan muda. Mereka rata-rata berumur 25 tahun hingga 40 tahun. Fasilitasnya juga beragam. Untuk tarif pijat biasa, tamu cukup merogoh Rp80 ribu rupiah. 

Rata-rata panti pijat di sana juga memberikan layanan plus-plus. Namun, tarif yang dipatok sedikit lebih mahal, antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.

Tari, 27, salah satu terapis, mengaku merasakan berkah Kongres IV Partai Demokrat. Dalam beberapa hari ini, Tari mengaku memijat beberapa orang yang datang mengenakan atribut partai Demokrat. Dalam satu hari, Tari bisa memijat tiga hingga empat orang.

Tari sendiri merupakan terapis yang baru bekerja satu bulan di panti pijat tersebut. Sebelumnya, perempuan asal Jawa Tengah ini juga bekerja di Kawasan Kedung Doro, Surabaya.

"Pokonya lumayan lah mas. Biasaya sehari hanya melayani satu atau dua orang. Tapi, sejak ada kongres ini bisa lebih dari itu," kata Tari malu-malu.

Perempuan yang saat ini 'nyambi' sebagai pekerja Salon di Kawasan Dukuh Kupang ini mulai bekerja di Panti Pijat tersebut pada pukul 11.00 WIB dan pulang sekitar pukul 21.00 WIB. Sayangnya, Tari enggan menyebut berapa penghasilannya selama ada momentum kongres Partai Demokrat.

"Yang jelas naik diibandingkan dengan hari-hari biasa," tukas perempuan yang merajah lengannya itu.


(UWA)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

1 day Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /