Pianis Cilik Indonesia Kembali Jadi Sorotan Komunitas Jazz Dunia

Agustinus Shindu Alpito    •    14 Mei 2015 15:06 WIB
musik jazz
Pianis Cilik Indonesia Kembali Jadi Sorotan Komunitas Jazz Dunia
Foto: Joey Alexander / Facebook

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Joey Alexander kembali jadi bahan pemberitaan media-media besar dunia. Anak laki-laki berusia 11 tahun asal Indonesia itu akan bermain dalam Newport Jazz Festival.

Joey yang baru saja merilis debut albumnya berjudul My Favorite Things pekan ini mendapat apresiasi luar biasa dari pemain trumpet sekaligus direktur Jazz di Lincoln Centre, Wynton Marsails.

"Tak ada seorang pun yang bisa memainkan seperti yang dia mainkan di usia itu (11 tahun). Saya suka semua yang dia mainkan, ritmenya, kepercayaan dirinya, dan pemahamannya terhadap musik," puji Marsails.

Seperti dikabarkan Telegraph, Marsails menemukan Alexander yang lahir di Bali itu atas saran temannya yang melihat permainan bocah berkacamata itu di YouTube. Video itu menampilkan Alexander waktu berumur 10 tahun, membawakan komposisi dari John Coltrane, Thelonious Monk dan Chick Corea.


Foto: Joey Alexander /  Facebook

Guna mempromosikan album barunya, Alexander akan bermain di Newport Jazz Festival, yang digelar dari 31 Juli - 2 Agustus di Fort Adams Statepark, Newport, Rhode Island. Sebuah festival yang besar dalam ranah musik jazz internasional.

Menariknya, pujian itu datang bukan hanya dari Marsails, tetapi juga dari produser festival jazz Newport, George Wein. Wein mengaku sangat tidak suka dengan istilah "bocah ajaib" dalam dunia musik. Tetapi ada pengecualian khusus setelah menyaksikan Alexander bermain piano di apartemennya.

"Hal yang berbeda dari kebanyakan pemusik muda adalah kematangan dalam pendekatan harmoninya. Dia (Alexander) bermain sangat kontemporer tetapi juga memiliki kepekaan terhadap sejarah musik," kata Wein dalam wawancaranya dengan kantor berita Amerika Serikat, Associated Press.

Album My Favorite Things dibuka dengan 11 menit komposisi dari John Coltrane. Album itu juga membawakan komposisi dari Billy Strayhorn dan Thelonious Monk. Tetapi Alexander mengaransemen sendiri semua komposisi-komposisi itu.


Foto: Joey Alexander / Facebook

"Buat saya, jazz itu sebuah panggilan. Saya mencintai jazz karena ini bicara kemerdekaan ekspresi diri, dan spontanitas penuh ritme dan penuh improvisasi. Teknik memang penting tetapi buat saya yang utama adalah bermain dari hati dan merasakan groove-nya. Saya ingin mengembangkan diri dengan latihan dan terus bermain, menantang diri saya sendiri untuk lebih baik setiap harinya," kata Alexander.

Di usia 10 tahun, Alexander meraih juara satu dalam Grand Prix International Festival - Contest of Jazz Improvisation Skill yang digelar di Odessa, Ukraina pada tahun 2013.

 


(AWP)

Putus Kontrak, Dani Alves Isyaratkan Reuni dengan Guardiola
Bursa Transfer Pemain

Putus Kontrak, Dani Alves Isyaratkan Reuni dengan Guardiola

26 minutes Ago

Dani Alves mengisyaratkan kemungkinan bereuni dengan Josep 'Pep' Guardiola di Mancheste…

BERITA LAINNYA
Video /