ACT Pantau Langsung Kondisi Imigran Rohingya

Githa Farahdina    •    14 Mei 2015 16:49 WIB
rohingya
ACT Pantau Langsung Kondisi Imigran Rohingya
Presiden ACT Ahyudin (tengah) bersama imigran Rohingya dan warga setempat di Aceh Utara, Rabu (13/5/2015). (Foto: Aksi Cepat Tanggap)

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Presiden Aksi Cepat Tanggal Ahyudin menginspeksi langsung kondisi pencari suaka dari Myanmar dan Bangladesh‎ yang terdampar di perairan Aceh Utara. 

"Bukan kebetulan, pencari suaka itu terdampar di Aceh. Lihatlah itu dengan mata hati. Setelah Aceh dilanda tsunami, pembangunan besar-besaran pun terjadi di Aceh. Lalu sekarang, ada muncul ratusan orang teraniaya di Aceh. Mereka itu, pembawa berkah, jangan biarkan pergi, apalagi disuruh pergi," ungkap Ahyudin, di tengah area penampungan pencari suaka itu, di Pantai Desa Kuala Cangkui, Kecamatan ‎Lapang, Aceh Utara.

Menolong orang-orang yang dizalimi, menurut Ahyudin, adalah wajib. "Saya bahagia, meski mereka habis berhari-hari berlayar, bahkan baru dipindahkan setelah ditampung di Gelanggang Olahraga Lhoksukon, terlihat sumringah. Itu karena masyarakat, khususnya Aceh Utara, menyambut mereka dengan baik. Mereka spontan berbagi apa yang mereka miliki. Yang menyolok, warga berduyun-duyun pakai sepeda motor atau mobil, ke pengungsian mengantar bantuan sporadis," ungkap Ahyudin, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (14/5/2015).

Suasana hangat memenuhi wilayah pantai di tengah keriuhan‎ lalu-lalang pengungsi, pekerja kemanusiaan, dan warga setempat. Ada yang unik, pedagang kecil berdatangan seolah pasar malam. Pengungsi sebagian juga belanja dengan uang recehan. Rupanya ada yang berbagi uang. Tapi tidak merata. Spontan, presiden ACT memborong semua pedagang jajanan dan mempersilakan pencari suaka memilih jajanan yang disukai mereka. 

Ahmad Luthfi, pedagang siomay, senang, dagangannya habis. "Masih ada 200 ribu-an ini, dihabiskan seketika. Alhamdulillah," ujar warga Lhoksukon yang berdagang dengan gerobak bermotor. Mi, bakso dan kacang rebus, semua ‎diborong. Beberapa warga spontan menemani para pedagang itu menyiapkan paket-paket kecil dan ikut mendistribusikan ke tiga kelompok pencari suaka: kelompok pria Bangladesh, kelompok pria Rohingya dan kelompok perempuan dan anak-anak.

"Tadinya mereka di desa saya, di pantai Seneuddon, lalu dipindah ke GOR Lhoksukon, barusan sore ini ke pantai Kuala Cangkui. Saya ingin menyaksikan kondisi mereka. Apa yang bisa saya bantu bersama ACT," ujar Tengku Mahmudi, seorang warga Seneudon, yang mencermati aktivitas tim ACT di hari pertama pencari suaka ini di Kuala Cangkui.

Fenomena Aceh Utara, pertanda bagus. Warga nampak sadar, bagaimana harus bersikap manusiawi. "Pencari suaka itu membawa berkah. Perbaikan Indonesia, benar-benar bermula dari Aceh, dengan kebaikan akhlak warganya. Jangan tukar berkah ini dengan petaka, saat kita mendeportasi pencari suaka yang begitu menderita hidupnya," ujar Ahyudin.





(WIL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /