Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Canggih Ramah Lingkungan

Pelangi Karismakristi    •    15 Mei 2015 11:37 WIB
teluk lamong
Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Canggih Ramah Lingkungan

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek raksasa pembangunan Terminal Teluk Lamong telah selesai. Peresmiannya kelak segaja dipilih bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
 
"Kami usulkan kepada pemerintah agar peresmian Terminal Teluk Lamong dan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) bersamaan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional," kata Dirut PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Djarwo Surjanto.
 
"Momentumnya untuk hari kebangkitan maritim, bahwa kami mampu membangun Terminal Teluk Lamong," sambungnya dalam keterangan pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
 
Terminal Teluk Lamong menurutnya pantas diresmikan pada tanggal yang bersejarah itu. Terminal pelabuhan seluas 40 hektar di perbatasan Surabaya dengan Gresik itu adalah terminal pertama di Indonesia yang pengoperasiannya menggunakan sistem semi otomatis.
 
"Semi otomatis artinya semua dikendalikan dari control room. Bukan gagah-gagahan, tapi safety. Di lapangan truk dan crane hilir mudik, kalau banyak orang yang mondar-mandir bisa tertabrak. Mengurangi kontak orang juga mencegah pungli," papar Djarwo panjang lebar.
 
Untuk memindahkan petikemas, tidak lagi menggunakan Rubber Tyred Gantry (RTG) seperti di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok. Melainkan alat bernama Automatic Stacking Crane (ASC) yang terhubung dengan Terminal Operating System (TOS) sehingga memudahkan identifikasi status dan informasi isi petikemas bersangkutan. 
 
Manfaat penggunaan teknologi canggih tersebut adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja di pelabuhan. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan oleh kapal yang merapat baik untuk muat atau bongkar muatan tidak terlalu lama. Alhasil, waiting time atau waktu tunggu kapal yang hendak merapat dapat dipangkas.  Ini membuat pengusaha dapat melakukan efisiensi biaya logistik sehingga harga jual barang pada akhirnya bisa ditekan.
 
Perlatan canggih yang diterapkan di Teluk Lamong berkonsep ramah lingkungan. Alat bongkar-muatnya, ASC hingga Ship-to-Shore Crane (STS) digerakkan dengan tenaga listrik. 
 
Total daya listrik yang dibutuhkan dalam kondisi penuh dan sibuk adalah 100 Mega Watt. Hebatnya pasokan listriknya tidak tergantung PLN semata, melainkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dibangun khusus untuk mendukungnya.
 
Khusus untuk Automotive Terminal Trailer (ATT) dan Straddle Carriers (SC) menggunakan mesin diesel dengan standar emisi EURO 4. Standar tinggi ramah lingkungan itu juga berlaku bagi truk-truk pembawa petikemas, hanya truk berbahan bakar gas yang diperkenankan untuk masuk lapangan terminal.
 
Sedangkan untuk truk berbahan bakar diesel, disediakan area tranfer di luar area terminal. Di sana pula muatannya dibawa dan dipindahkan dengan truk berbahan bakar gas.
 
"Terminal Teluk Lamong sangat ideal. Sebagai green terminal, semi outomatic, nggak ada pungli-pungli lagi, aksesnya dari laut lebih dalam sehingga kapal yang masuk ukurannya bisa lebih besar dan muatannya juga lebih banyak," tutup Djarwo.
 


(LHE)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

2 days Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /