Eks Aktivis 98: Ada Upaya Melengserkan Jokowi seperti Gus Dur

Damar Iradat    •    17 Mei 2015 15:28 WIB
reformasi 98
Eks Aktivis 98: Ada Upaya Melengserkan Jokowi seperti Gus Dur
Presiden Jokowi--Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai tengah mengalami perlawanan dari elite politik. Lawan politik Jokowi diduga tengah berupaya menjatuhkan Presiden ketujuh tersebut.

Hal tersebut dianggap bukan kabar angin. Menurut Maxil Minamunir, eks aktivis 98 dari Forum Kota, upaya untuk menjatuhkan Jokowi mirip dengan apa yang dilakukan elite-elite politik yang menurunkan Presiden Abdurrahman Wahid pada 2001 silam.

"Saya masih ingat apa yang terjadi 14 tahun lalu, mulai periode Februari-Juni 2001, Gus Dur coba 'ditelanjangi' elite-elite. Sekarang ada pola sama yang ingin jatuhkan Jokowi," ujar Maxil dalam acara "Jokowi Pemimpin Rakyat Tanpa Beban Masa Lalu" di Warung Daun, Jalan Cikin Raya, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2015).

Maxil menerangkan, cara-cara yang dilakukan melalui fitnah kepada keluarganya, lewat isu-isu yang menyebut keluarga komunis dan semacamnya. Namun Jokowi dianggap cukup cerdas menangani tuduhan tersebut. Sehingga fitnah yang dilontarkan tidak sampai ke telinga rakyat.

"Ada upaya sistematis yang ingin menjatuhkan Jokowi. Caranya adalah dengan downgrade Nawa Cita. Seperti kasus begal, itu seperti didesain agar masyarakat resah di awal pemerintahan Jokowi," tuturnya.

"Kemudian, di banyak kesempatan bahwa 50 warga Indonesia meninggal karena narkoba, dan itu tak pernah disandingkan dengan hukuman mati penjahat narkoba. Seolah-olah kebijakan Jokowi menyimpang dari sistem hukum kita. Padahal, yang dilakukan Jokowi sesuai hukum dan tak boleh diintervensi dari pihak mana pun," lanjut dia.

Senada dengan Maxil, Hendrik Dickson Sirait menyebut, saat ini ada upaya yang sama seperti menjatuhkan Gus Dur dari posisi presiden saat itu kepada Jokowi. Padahal, Gus Dur menjadi harapan perubahan pascareformasi.

"Harapan kita ada pada Gus Dur saat itu, tapi kemudian Gus Dur kalah oleh kekuatan lama, dan kita tak ingin hal serupa terjadi kepada Jokowi," imbuh dia.

"Jokowi adalah simbol ekspektasi perubahan. Kita juga berikan dukungan kritis kepada dia, ada respons positif juga dari Jokowi usai kami kritik. Soal penegakan HAM, untuk agendakan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Pembebasan lima tahanan politik di Papua, itu positif, kebijakan propetani itu respons positif," jelas Hendrik.

Kepemimpinan Jokowi, kata Hendrik masih seumur jagung, tapi sudah dibebani dosa orang lain. Mereka, mantan-mantan aktivis 98 pun gencar mendorong dan mendukung Jokowi menuntaskan dosa-dosa masa lalu.


(TII)

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco
Bursa Transfer Pemain

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco

10 hours Ago

Manchester United tampaknya mulai menyerah mengejar winger Inter Milan Ivan Perisic. Teranyar, …

BERITA LAINNYA
Video /