UP dan NS, Orangtua yang Mengusir Anak Jadi Tersangka Kepemilikan Narkoba

LB Ciputri Hutabarat    •    18 Mei 2015 13:27 WIB
penelantaran anak
UP dan NS, Orangtua yang Mengusir Anak Jadi Tersangka Kepemilikan Narkoba
UP dan NS. Foto: Husen/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: UP dan NS, orang tua yang mengusir anaknya resmi menjadi tersangka kepemilikan narkotika. Keduanya menjadi tersangka sejak Minggu 17 Mei, kemarin.

"Status keduanya, UP dan N sudah jadi tersangka sejak kemarin siang sudah saya tandatangani," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Eko Daniyanto di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (18/5/215)

Edi menuturkan, di rumah UP dan NS, polisi menemukan seperangkat alat hisap sabu, aluminumi foil dan narkotika jenis sabu sebesar 0,58 gram sabu. UP dan N pun mengakui kepemilikan barang tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan Subdit 1 bahwa yang bersangkutan mengakui barang itu miliknya dan sudah mereka sudah menggunakannya lima sampai enam bulan secara aktif," ungkap Edi.

Keduanya diejarat Pasal 112 jo 114 subsider 135 UU no 35/2009 tentang Narkotika. Pasal 112 mengatur delik pidana  soal kepemilikan dan penggunaan narkotika. Keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.  

Sebelumnya, aparat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap UP dan NS, di Cibubur. UP dan NS mengusir D, anaknya.

Selain diusir, D tidak diberikan makan dan tidak sekolah selama satu bulan. UP berkerja sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi di Cileungsi, Bogor. Sementara NS adalah ibu rumah tangga.

Keduanya ditangkap di Perumahan Citra Gran Cluster Nusa II Blok E nomor 37, Cibubur, Pondok Gede, Bekasi. Penangkapan dilakukan setelah sebelumnya pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia bekerjasama dengan kepolisian dan RW setempat untuk menggerebek kediaman suami-istri ini.


(KRI)

Shaqiri Tepis Rumor Pindah ke Roma
Isu Bursa Transfer Pemain

Shaqiri Tepis Rumor Pindah ke Roma

8 hours Ago

Mendengar kabar ketertarikan AS Roma, Shaqiri mencoba untuk menjawab dengan santai. Ia mengaku …

BERITA LAINNYA
Video /