Impor Tujuh Produk Ini Bakal Diperketat

Husen Miftahudin    •    18 Mei 2015 15:43 WIB
impor
Impor Tujuh Produk Ini Bakal Diperketat
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pengetatan terhadap tujuh produk impor. Hal ini dilakukan guna melindungi produk dalam negeri agar industri lokal tetap eksis di negerinya sendiri.

"Industri dalam negeri harus hidup. Kita harus mengendalikan impor. Itu bukan karena kebetulan. Kita memang coba mengendalikan impor barang konsumsi, itu sudah jelas turun," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan dalam Konferensi Pers Kinerja Ekspor Impor Bulanan, di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2015).

Beberapa produk yang akan dilakukan pengetatan impor, jelas dia, adalah bahan atau barang bermotif batik, elektronika, telepon selular, mainan anak, makanan dan minuman serta alas kaki. Produk-produk ini dinilai mendistorsi (merusak) produk dalam negeri, sehingga industri lokal sulit bersaing dengan produk impor tersebut.

"Kita akan melakukan pengetatan. Lebih ketat lagi. Karena memang tujuh kelompok ini mendistorsi pasar kita. Itu akan kita lakukan untuk menjaga UKM (Usaha Kecil Menengah) kita tetap bisa eksis ke depan," ujar Partogi.

Namun sebelumnya, aku dia, pihaknya berkonsultasi dengan beberapa kementerian dan instansi terkait terhadap pengetatan tujuh impor produk ini. Hal ini dilakukan mengingat peraturan organisasi perdagangan dunia melalui World Trade Organisation (WTO) tidak memperbolehkan suatu negara memperketat produk impor tanpa alasan kuat.

"Tapi juga kita bahas dengan staf khusus dan semua instansi bahwa itu semua bisa kita lakukan. Kita lakukan pengetatan," papar dia.

Impor untuk telepon selular yang setiap tahunnya mencapai USD3 miliar, jelas Partogi, membuat investasi telepon selular di dalam negeri menurun. Hal ini yang harus disikapi dengan mengetatkan dan mengurangi alokasi impor telepon selular.

"Ini yang kita lakukan agar mereka mau buat (telpon selular) dengan berinvestasi di sini. Meskipun kita sedikit dibilang bad boy, tidak apa-apa, tetapi bisa kita selamatkan (industri dalam negeri). Sehingga begitu pasar global mulai menggeliat, industri kita pun sudah kuat dan juga bisa mendominasi pasar-pasar ekspor yang sudah kita bina sekarang ini," tegas Partogi.


(AHL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /