KKP Resmikan Sentra Inovasi Nelayan Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    18 Mei 2015 22:27 WIB
kelautan dan perikanan
KKP Resmikan Sentra Inovasi Nelayan Indonesia
Ilustrasi nelayan. FOTO: Metrotv/Ricardo Hutahaean

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan sentra inovasi nelayan Indonesia yang diinisiasi masyarakat pesisir patrol, Kabupaten Indramayu hari ini. Pembentukan sentra tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan memaksimalkan produk olahan kelautan dan perikanan yang berasal dari mangrove.

Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3) KKP Sudirman Saad menyambut baik inisiatif Masyarakat Pesisir Patrol Indramayu.

"Nelayan, petambak, petani garam sekarang harus ke tengah arus poros maritim jangan hanya di pinggiran lagi karena kelautan dan perikanan menjadi poros dari pemerintahan saat ini," kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2015).

Sementara itu, Kepala Pusat Analisis Kerjasama Internasional dan Antar Lembaga (Puskita) KKP Anang Noegroho mengatakan pemerintah dalam hal ini KKP akan terus mendorong dan mendukung penguatan ekonomi nelayan dengan memperkuat sentra-sentra pengolahan produk kelautan dan perikanan.

"Dengan adanya Sentra Inovasi Nelayan Indonesia ini dapat menambah nilai ekonomis masyarakat pesisir patrol dan ke depan produk hasil kelautan dan perikanan ini akan menjadi komoditas ekspor dalam pasar bebas ASEAN (MEA 2015)," tutur Anang.

Selain itu, Ketua Kesatuan Nasional Tradisional Indonesia Kabupaten Indramayu, Latif menjelaskan, awalnya di Indramayu bakau sangat jarang, dengan inisiatif warga pesisir patrol yang memulai menanam bakau. Pada akhirnya bisa diolah dari pada tidak dimanfaatkan sama sekali.

Sosialisasi dan promosi, lanjut Latif, harus dilakukan untuk mengenalkan produk olahan mangrove ini ke pasar domestik dan luar negeri. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat harus dijalin supaya memudahkan jalur pemasaran dan promosi.

"Harapan ke depannya, sentra ini tidak hanya menjadi sentra inovasi produk olahan masyarakat pesisir saja, melainkan dapat menjadi pusat oleh-oleh Indramayu Kecamatan Patrol," ungkap Latif.

Sedangkan Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik menyebut langkah masyarakat pesisir Patrol Indramayu patut diapresiasi dan didukung karena bisa menggeser kebiasaan eksploitasi dari laut ke budidaya dan pengoptimalisasian produk olahan perikanan yang dapat membuka lapangan pekerjaan.

"Beberapa produk olahan mangrove yang turut dipamerkan ada kecap, sirup, dodol, lulur, kripik, dan pakan ikan semuanya terbuat dari mangrove," tambah Riza.


(AHL)